Lombok Barat (Bimas Hindu) - Riuh kentongan (kulkul) yang dipukul secara bersama-sama menggema di Dusun Tambang Eleh, Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (21/5). Kegiatan simbolis tersebut menjadi penanda sekaligus panggilan bagi warga masyarakat untuk mengantarkan anak-anak usia dini mereka menempuh pendidikan keagamaan yang berkarakter.
Masih lekat dalam nuansa peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118, momentum ini dipilih secara sengaja sebagai tonggak kebangkitan kesadaran kolektif umat dalam memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sejak usia emas. Semangat itulah yang melandasi peresmian Pratama Widyalaya (PW) Dharma Shanti, sebuah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Keagamaan Hindu baru yang bernaung di bawah Yayasan Dharma Tambang Eleh.
Hadirnya Pratama Widyalaya Dharma Shanti ini mencatatkan sejarah baru sebagai Pratama Widyalaya ke-2 yang berdiri di wilayah Kabupaten Lombok Barat, sekaligus menjadi unit pendidikan keagamaan Hindu anak usia dini yang ke-4 di tingkat Provinsi NTB.
Acara peresmian ini dihadiri langsung oleh Ketua PHDI Provinsi NTB, Ir. I Wayan Karioka, M.H.; Ketua Tim Pendidikan Keagamaan Hindu Kanwil Kemenag Provinsi NTB, Pande Dwi Telaksana, S.E., M.I.Kom.; Kepala Seksi Bimas Hindu Kankemenag Kabupaten Lombok Barat beserta jajaran; Ketua PHDI Lombok Barat; Kepala Desa Jagaraga; serta para tokoh agama dan orang tua murid.
Mewakili Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kemenag NTB, Pande Dwi Telaksana menegaskan komitmen penuh jajaran Kementerian Agama dalam mengawal legalitas dan keberlanjutan satuan pendidikan keagamaan yang diinisiasi oleh masyarakat ini.
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas lahirnya PW Dharma Shanti ini. Ini langkah nyata umat dalam investasi SDM jangka panjang. Sebagai bentuk kehadiran negara, kami akan segera melayani dan memfasilitasi proses pengajuan izin operasional serta pemenuhan legalitas lainnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku," terang Pande.
Dukungan sinergis juga mengalir dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Jagaraga, M. Hasyim, S.T., mengungkapkan kebahagiaan seluruh warga desa atas terbentuknya unit PAUD keagamaan ini yang dinilai sangat vital dalam membentuk karakter anak sejak dini.
"Kami sangat senang dan ikut bahagia atas dibentuknya unit pendidikan ini. Pratama Widyalaya atau TK ini menjadi instrumen penting untuk mendidik warga desa kami, khususnya anak-anak yang beragama Hindu, agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak mulia," urai M. Hasyim.
Sementara itu, Ketua PHDI Provinsi NTB, Ir. I Wayan Karioka, M.H., yang didaulat meresmikan sekolah secara langsung, menggarisbawahi pentingnya kelekatan emosional antara orang tua dan anak pada masa-masa awal pertumbuhan fisik serta mental. Berdasarkan pengalamannya merantau selama 40 tahun di berbagai penjuru tanah air, pria yang akrab disapa Pak Oka ini mengingatkan bahwa memori masa kecil anak sangat menentukan ketangguhan mental mereka di masa depan.
"Kehadiran fisik dan batin orang tua sangat diperlukan bagi perkembangan mental anak. Harus ada kenangan indah yang dilekatkan anak semasa kecilnya bersama kita selaku orang tua. Pengalaman baik itulah yang akan membentuk mentalitas tangguh anak-anak kita kelak. SDM Hindu yang dibangun sejak dini melalui Pratama Widyalaya ini akan menentukan arah masa depan umat, dan langkah positif masyarakat hari ini wajib kita dukung penuh," tegas Pak Oka, yang pada kesempatan tersebut juga menyerahkan dana punia pribadi secara spontan sebagai bentuk dukungan nyata.
Puncak prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita di depan pintu masuk ruang kelas, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti secara resmi, dan diakhiri dengan pemukulan kulkul bersama oleh segenap tamu undangan sebagai simbolisasi ketukan pintu hati masyarakat untuk memprioritaskan pendidikan anak-anak mereka.