Klungkung (Bimas Hindu) — Nilai kepemimpinan sesungguhnya tidak hanya mutlak dibutuhkan oleh mereka yang memegang jabatan publik. Lebih dari itu, kepemimpinan adalah fondasi penting dalam membentuk pribadi yang bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan mampu menjadi teladan bagi lingkungannya.
Pesan moral tersebut ditekankan oleh tim Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Klungkung saat memberikan pembinaan keagamaan kepada 48 warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Klungkung, Selasa (18/8/2026).
Melalui kegiatan penyuluhan yang mengangkat tema "Jadilah Seorang Leader Teladan Berpijak pada Ajaran Sastra Weda", para warga binaan diajak untuk memahami esensi kepemimpinan dari perspektif susastra Hindu, sekaligus merefleksikannya sebagai jalan pertobatan dan perbaikan diri.
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, Ayu Putri Suryaningrat, menjelaskan bahwa konsep kepemimpinan dalam Hindu sangat kaya akan pedoman etika.
“Dalam penyuluhan ini, kami membahas konsep kepemimpinan bersumber dari Niti Sastra, yaitu ajaran suci yang memberikan bimbingan, arahan, etika, moralitas, dan kebijaksanaan hidup. Materi ini menekankan bahwa seorang pemimpin kehidupan hendaknya memiliki sifat jujur, bijaksana, berwibawa, bertanggung jawab, mampu melindungi, serta selalu mengutamakan kesejahteraan bersama,” papar Ayu Putri.
Lima Fondasi Kesetiaan (Panca Satya)
Untuk mengimplementasikan ajaran tersebut, penyuluh turut mengenalkan konsep moral Panca Satya (Lima Kesetiaan) sebagai bekal warga binaan. Kelima nilai tersebut meliputi:
Satya Hrdaya: Setia dan jujur pada hati nurani.
Satya Wacana: Setia dan jujur pada perkataan.
Satya Samaya: Setia dan tepat pada janji.
Satya Mitra: Setia pada persahabatan/teman.
Satya Laksana: Setia dan konsisten pada perbuatan atau tindakan.
Terkait materi tersebut, Penyuluh Agama Hindu lainnya, Dewa Ngakan Hardi Putra, menambahkan bahwa kelima nilai ini adalah landasan moral yang sangat aplikatif untuk diterapkan di mana saja.
“Melalui kegiatan ini, warga binaan diajak memahami bahwa kepemimpinan adalah tentang kemampuan membangun karakter tangguh, bertanggung jawab atas setiap tindakan, menjaga kejujuran, serta kemauan menjadi pribadi yang memberikan teladan positif bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Dewa Ngakan Hardi Putra.
Wujud Layanan Berdampak Sejak 2010
Pembinaan keagamaan bagi warga binaan di Rutan Klungkung ini bukanlah program instan, melainkan telah berjalan secara rutin dan berkelanjutan sejak tahun 2010. Kehadiran Penyuluh Agama Hindu menjadi perpanjangan tangan negara dalam memberikan penguatan spiritual dan pembentukan karakter di balik jeruji besi.
Kegiatan pembinaan ini juga sangat sejalan dengan visi Asta Protas Kemenag RI, khususnya dalam mewujudkan "Layanan Keagamaan Berdampak" serta "Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan".
Melalui sentuhan bimbingan yang humanis dan berkesinambungan ini, warga binaan diharapkan memiliki bekal nilai moral dan spiritual yang paripurna. Sehingga, mereka siap menjalani proses perubahan diri dan mampu menyongsong kehidupan yang jauh lebih baik ketika kembali ke pelukan masyarakat kelak.
Kontributor: Wisnawa