Tegaskan Komitmen Layanan Umat dan Buka Jalan Solusi Bencana Fasilitas Rumah Ibadah

Penyelenggara Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, Wandi, S.H.AH., M.H., bersama tim

TEWEH TIMUR (Bimas Hindu) – Menembus batas wilayah demi memastikan kehadiran negara bagi seluruh pemeluk agama, Penyelenggara Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, Wandi, S.H.AH., M.H., bersama tim dan Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Barito Utara menggelar aksi Kunjungan Lapangan dan Pembinaan Keagamaan Khusus di Desa Mampuak II (Trans Pantung), Kecamatan Teweh Timur, Minggu (16/8/2026).

Dalam peninjauan lansung ke lapangan, ditemukan kondisi memprihatinkan pada fisik Pura Agung Reksa Buana beserta gedung Wantilan yang dibangun sejak tahun 2000. Bangunan utama dan sarana penunjang tersebut kini mengalami kerusakan berat sehingga membutuhkan penanganan dan rekonstruksi total.

Menanggapi jeritan dan harapan umat, Penyelenggara Bimas Hindu Kemenag Barito Utara, Wandi, S.H.AH., M.H., menyampaikan dengan tegas terkait pentingnya revitalisasi rumah ibadah di pelosok.

“Rumah ibadah tidak boleh dipandang hanya sebagai tempat persembahyangan semata. Pura dan Wantilan adalah pusat peradaban, pusat pembinaan spiritual, ruang pendidikan karakter, serta benteng penguat kehidupan sosial keagamaan umat. Keberadaan rumah ibadah yang layak dan representatif adalah hak mendasar umat yang wajib kita perjuangkan bersama!” tegas Wandi.

Sebagai langkah konkret, Wandi menginstruksikan jajaran pengurus Pura untuk segera menggalang data dan menyusun proposal rehabilitasi secara terpadu agar dapat dikawal secara berjenjang hingga ke Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI dan Pemerintah Daerah.

Senada dengan Bimas Hindu, Ketua PHDI Kabupaten Barito Utara, Hano, S.Pd.AH., M.Pd.H., menegaskan bahwa keterbatasan jumlah umat yang kini tersisa 8 KK (23 jiwa) tidak boleh menurunkan derajat pelayanan keagamaan sedikit pun.

“Berapa pun jumlah jiwa umat Hindu di pelosok, negara dan lembaga keagamaan tidak boleh absen! Kualitas Sraddha dan Bhakti tidak diukur dari besar kecilnya populasi, melainkan dari konsistensi pembinaan dan kepedulian yang kita berikan,” ujar Hano penuh penekanan.

Sebagai wujud kepedulian nyata di lokasi, PHDI Kabupaten Barito Utara menyerahkan bantuan dana operasional pengadaan alat kebersihan kepada Pengurus Pura Agung Reksa Buana guna merawat kesucian lingkungan pura. Selain itu, PHDI juga menyatakan kesiapan memfasilitasi pengadaan Buku Petunjuk Ibadah Dharmika serta buku-buku literasi keagamaan bagi umat.

Selain masalah fisik rumah ibadah, dialog interaktif juga menguliti persoalan pendidikan 3 siswa Hindu di SDN 1 Mampuak II yang belum memiliki guru agama formal serta kendala buku pelajaran.

Atas masalah tersebut, Bimas Hindu dan PHDI langsung menggariskan terobosan solutif berupa skema sharing jam mengajar dengan guru Pendidikan Agama Hindu bersertifikasi dari Desa Mampuak I, sehingga siswa dipastikan tetap mendapatkan hak belajar tanpa terhalang sekat administrasi.

Di samping itu, Bimas Hindu juga memberikan sosialisasi taktis mengenai penataan administrasi perkawinan umat Hindu melalui sinergi lembaga keagamaan (PHDI) dan Disdukcapil, guna menjamin perlindungan hukum dan kepastian hak-hak sipil bagi keluarga Hindu di pelosok.

Melalui aksi pembinaan langsung dan koordinasi lintas sektor ini, Kemenag Barito Utara menegaskan komitmennya untuk merawat nyala ajaran Dharma di daerah terpencil, mewujudkan rumah ibadah yang ramah lingkungan, serta menjamin seluruh generasi muda Hindu memperoleh pendidikan moral dan keagamaan yang berkualitas.

Kontributor: Maya Aneka Rella, S.Ag


Berita Daerah LAINNYA