Tulang Bawang Barat (Bimas Hindu) — Dalam upaya mengoptimalkan peran dan potensi kaum perempuan di ranah keagamaan, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Tulang Bawang Barat bersama kelompok Pesantian Widya Puspita menyelenggarakan kegiatan pembinaan, pada Sabtu (29/8/2026). Kegiatan kerohanian ini mengangkat tema krusial bertajuk "Meningkatkan Kesucian Batin dan Kreativitas Perempuan Hindu Melalui Dharma Gita".
Agenda pembinaan ini dirancang secara komprehensif, tidak sekadar diisi dengan pemaparan materi satu arah, tetapi langsung dilanjutkan dengan sesi praktik Dharma Gita (kidung suci keagamaan). Praktik ini ditujukan sebagai sarana reflektif untuk meningkatkan kesucian batin sekaligus mengembangkan kreativitas, olah vokal, dan kepekaan seni para perempuan Hindu.
Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Tulang Bawang Barat, Wulan, dalam pemaparannya menegaskan bahwa Dharma Gita memiliki spektrum makna yang luas. Menurutnya, aktivitas ini bukan sebatas melantunkan tembang-tembang keagamaan semata, melainkan menjadi medium yang efektif untuk menenangkan pikiran, menyucikan hati, memperteguh sradha dan bhakti, serta membangun fondasi karakter yang positif.
"Dharma Gita hendaknya tidak hanya kita nyanyikan dengan suara, tetapi juga kita hayati dengan kedalaman hati. Ketika nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalam Dharma Gita mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka kesucian batin akan tumbuh secara alami dan tercermin melalui sikap, perkataan, maupun perbuatan kita," ujar Wulan memberikan pencerahan kepada para anggota pesantian.
Lebih lanjut, Wulan memaparkan bahwa perempuan Hindu menduduki posisi yang sangat strategis, baik sebagai pilar penjaga keharmonisan di dalam rumah tangga maupun sebagai motor penggerak kegiatan sosial-keagamaan di lingkungan masyarakat luas. Oleh karena itu, kreativitas kaum perempuan perlu difasilitasi dan dikembangkan melalui wadah yang bernilai spiritual.
Kegiatan ini pun bertransformasi menjadi ruang interaktif bagi anggota Pesantian Widya Puspita untuk berdiskusi, berlatih, dan saling memberikan motivasi. Selain mematangkan teknik vokal, para peserta juga diajak untuk membaca dan membedah makna lirik dari setiap kidung yang dilantunkan, sehingga pesan moral yang tersirat di dalamnya dapat dipahami secara utuh.
"Perempuan Hindu memiliki kekuatan besar dalam membangun fondasi keluarga dan masyarakat. Dengan hati yang suci, kreativitas yang terus berkembang, serta semangat melestarikan Dharma Gita, kita dapat menghadirkan generasi penerus yang berkarakter kuat, berbudaya, dan senantiasa berlandaskan pada ajaran Dharma," pungkas Wulan memotivasi peserta.
Semangat kebersamaan yang terbangun ini diharapkan dapat terus berkesinambungan. Dengan demikian, kehadiran Pesantian Widya Puspita di Tulang Bawang Barat tidak hanya eksis sebagai kelompok pelantun kidung suci, tetapi benar-benar menjelma menjadi wadah pembentukan karakter yang aktif, kreatif, dan berdampak bagi penguatan kehidupan spiritual kaum perempuan Hindu.
Kontributor: Eko Sriwulan