Wujudkan Generasi Suputra, Kemenag Karangasem Integrasikan Bimbingan Spiritual di Kelas Ibu Hamil

Penyuluhan kerohanian dalam kegiatan Kelas Ibu Hamil di Desa Pidpid

Karangasem (Bimas Hindu) — Upaya berkelanjutan dalam membangun generasi yang berkualitas terus dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karangasem melalui penguatan pembinaan keluarga berbasis keagamaan. Kali ini, jajaran Penyuluh Agama Hindu bersama Penata Layanan Operasional (PLO) Kecamatan Abang turun langsung memberikan penyuluhan kerohanian dalam kegiatan Kelas Ibu Hamil di Desa Pidpid, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan pembinaan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari implementasi program unggulan Rumah Bina Nikah (RBN). Program inovatif usungan Kemenag Karangasem ini dirancang untuk memberikan pendampingan paripurna kepada keluarga pascanikah, termasuk saat pasangan suami istri mulai memasuki fase kehamilan. Langkah strategis ini menjadi ikhtiar nyata pemerintah dalam mempersiapkan generasi penerus yang sehat secara fisik, berkarakter luhur, dan memiliki landasan spiritual yang kuat sejak dini.

Dalam sesi penyuluhan, tim Kemenag Karangasem menyampaikan materi utama bertajuk "Kehamilan sebagai Awal Mempersiapkan Generasi Suputra". Para ibu hamil beserta pendampingnya diajak untuk menyadari bahwa masa kehamilan bukan sekadar masa pasif menanti kelahiran sang buah hati, melainkan sebuah momentum krusial bagi orang tua untuk mempersiapkan diri menjadi teladan yang baik.

Terkait hal tersebut, Penyuluh Agama Hindu Kemenag Karangasem, I Putu Ananta Wijaya, memaparkan pentingnya menanamkan energi positif sejak anak masih berada di dalam kandungan.

"Mempersiapkan generasi Suputra (anak yang baik dan suci) itu dimulai bukan ketika anak sudah lahir, tetapi justru sejak orang tua mempersiapkan diri untuk menjadi teladan yang baik. Masa kehamilan adalah masa emas untuk menanamkan vibrasi spiritual melalui doa-doa suci dan pikiran yang jernih," tutur I Putu Ananta Wijaya di hadapan para peserta.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai penerapan nilai-nilai luhur Hindu di dalam rumah tangga. Beberapa landasan ajaran yang ditekankan meliputi penguatan Sradha (keyakinan) dan Bhakti (pengabdian), penerapan Tri Kaya Parisudha (berpikir, berkata, dan berbuat yang baik), serta Tat Twam Asi (kesadaran bahwa kita semua bersaudara). Seluruh nilai ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang, di mana ayah dan ibu mampu menjaga pikiran serta perkataannya sebagai teladan positif bagi tumbuh kembang anak kelak.

Selain fokus pada ranah spiritual, pembinaan ini juga sangat menekankan pentingnya sinergi antara kesehatan fisik dan kesehatan mental-spiritual. Para ibu hamil secara khusus diingatkan untuk selalu menjaga kondisi kesehatan tubuh, memenuhi asupan gizi yang seimbang, disiplin melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, serta mematuhi seluruh anjuran dari tenaga kesehatan.

PLO Kecamatan Abang, Yuti Utari, menjelaskan bahwa pendekatan terpadu ini sengaja dirancang agar ibu hamil merasa diperhatikan dari segala aspek.

"Kesehatan fisik ibu hamil tentu menjadi prioritas yang sangat utama, namun kesehatan mental dan spiritual juga tidak boleh diabaikan begitu saja. Kelas ini adalah bentuk sinergi kami agar para ibu hamil merasa didampingi secara menyeluruh dalam menyambut proses kelahiran sang buah hati dengan tenang dan bahagia," ungkap Yuti Utari.

Melalui kolaborasi manis antara pendekatan kesehatan medis dan pembinaan spiritual ini, program Rumah Bina Nikah diharapkan mampu memperkukuh ketahanan keluarga Hindu di akar rumput. Ini adalah langkah nyata pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda Karangasem yang tidak hanya sehat dan kuat secara jasmani, tetapi juga tangguh secara mental, berbudi pekerti luhur, dan senantiasa teguh memegang teguh nilai-nilai Dharma.


Berita Daerah LAINNYA