Wujudkan Kampus Berdaya Saing, Mahasiswa Baru Diminta Jadikan Budaya Lokal sebagai Perisai Tantangan Global

Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Palangka Raya (Bimas Hindu) — Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya secara resmi menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Mengusung tema "Membentuk Generasi Berkarakter melalui Kearifan Lokal Menuju Dampak Global", kegiatan ini dipusatkan di Aula Serbaguna IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan orientasi yang diikuti oleh 210 mahasiswa baru ini dihadiri oleh seluruh jajaran unsur pimpinan rektorat maupun fakultas, dan dibuka secara langsung oleh Rektor IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, Prof. Tiwi Etika, Ph.D.

Dalam amanat perdananya di hadapan mahasiswa baru, Prof. Tiwi menegaskan bahwa fondasi kearifan lokal harus menjadi pijakan utama dalam membentuk karakter mahasiswa agar tangguh menghadapi arus tantangan global.

Tema PKKMB tahun ini dinilai sangat selaras dengan visi kepemimpinan kampus ke depan, yakni menciptakan institusi yang Berdaya Saing, Berdampak, dan Berkearifan Lokal, dengan branding utama: "From Local Wisdom to Global Impact".

“Nilai-nilai luhur kearifan lokal tidak cukup hanya sekadar diucapkan di bibir, tetapi harus diejawantahkan menjadi kebiasaan sehari-hari hingga akhirnya mengakar membentuk karakter yang kuat,” tegas Prof. Tiwi.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya mahasiswa untuk memiliki daya berpikir kritis, adaptif, memupuk empati, serta berani menyuarakan kebenaran dengan etika kesopanan.

Di tengah pesatnya perkembangan Kecerdasan Buatan (AI), kemajuan teknologi tersebut wajib diimbangi dengan pengamalan nilai-nilai spiritual dan pendampingan intensif dari dosen. Prof. Tiwi mengutip analogi dari epos Mahabharata, yakni kisah Karna yang mempelajari ilmu pengetahuan secara mandiri tanpa bimbingan seorang Guru. Akibatnya, ilmu yang sejatinya mulia justru disalahgunakan untuk membela pihak Kurawa. Hal ini menjadi pengingat agar ilmu pengetahuan senantiasa diarahkan pada jalan Dharma.

Rektor juga mengajak para mahasiswa baru untuk menjadikan filosofi Huma Betang khas Kalimantan Tengah sebagai teladan utama dalam kehidupan kampus. Nilai-nilai toleransi, kesetaraan, dan kebersamaan dalam filosofi tersebut diyakini mampu menjaga keharmonisan sivitas akademika.

Melalui ajang PKKMB ini, mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan bakat dan potensinya melalui berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), sehingga tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak bagi lingkungan sekitar.

Senada dengan Rektor, Presiden BEM IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, Yaya Laverda, menyampaikan bahwa tema PKKMB kali ini sangat relevan dengan disrupsi dunia masa kini.

"Kami menekankan pentingnya rekan-rekan mahasiswa baru untuk tetap menjaga jati diri, membangun karakter yang positif, serta bangga melestarikan warisan budaya lokal agar kita mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan global," ujar Yaya Laverda.

 

Kontributor: Mahdina Rahmadani


Berita Daerah LAINNYA