Tinjau Tujuh Rumah Ibadah Terdampak Banjir di Medan, Kemenag Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Peninjauan dan asesmen awal terhadap sejumlah rumah ibadah yang terdampak bencana banjir di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Medan (Bimas Hindu) — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia menerjunkan tim untuk melaksanakan peninjauan dan asesmen awal terhadap sejumlah rumah ibadah yang terdampak bencana banjir di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Peninjauan lapangan yang berlangsung sejak tanggal 28 hingga 30 Agustus 2026 ini bertujuan untuk memastikan kelayakan dan kesiapan penyaluran program Anggaran Belanja Tambahan (ABT) agar berjalan optimal.

Dalam peninjauan tersebut, tim mengidentifikasi terdapat sekitar tujuh rumah ibadah Hindu di wilayah Medan yang terdampak langsung oleh musibah banjir. Pengecekan lapangan secara langsung ini menjadi langkah krusial guna memperhitungkan realisasi besaran bantuan yang dapat diberikan, agar sepadan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak dari masing-masing tempat suci.

Menanggapi musibah banjir yang melanda wilayahnya, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Provinsi Sumatera Utara, Elirosa Tarigan, S.E., menyampaikan harapannya agar bantuan dari pemerintah kelak dapat menopang pemulihan rumah ibadah secara terukur dan efektif.

"Semoga dengan adanya peninjauan ini, bantuan yang diberikan kepada rumah ibadah yang terkena dampak bencana menjadi lebih strategis dan tepat sasaran. Karena memang rumah ibadah yang terkena dampak beberapa cukup parah, bahkan debit air hingga menenggelamkan setengah dari bangunan rumah ibadah tersebut," ujar Elirosa Tarigan.

Kondisi memprihatinkan di lapangan turut dibenarkan oleh Tim Peninjau dari Ditjen Bimas Hindu, Nyoman Juwitra. Ia memaparkan sejumlah kerusakan infrastruktur yang membutuhkan penanganan rehabilitasi segera agar aktivitas peribadatan dan pendidikan tidak terhambat.

"Memang apa yang kami lihat di lapangan cukup memprihatinkan, karena rumah ibadah yang digunakan untuk sembahyang justru tidak layak untuk saat ini akibat terkena dampak banjir. Ada yang lantai keramiknya mau jebol karena terendam, hingga beberapa arca yang ikut terdampak. Kami juga melihat beberapa rumah ibadah memiliki pasraman yang tentu ini akan menjadi dampak juga jika tidak segera ditangani, sehingga bantuan dari Kementerian Agama dapat dipergunakan dengan baik untuk perbaikan bangunan yang terdampak," ungkap Nyoman Juwitra.

Kehadiran perwakilan pemerintah di tengah situasi pascabencana ini mendapat apresiasi positif dari umat setempat. Pengurus Kuil Shri Bathara Kaliamman Gg. Pasir, Shivendra, menyampaikan rasa terima kasihnya atas respons cepat dari pihak kementerian.

"Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah. Dengan adanya bantuan ini, kami merasa pemerintah sungguh hadir dan peduli terhadap umat Hindu di sini," kata Shivendra.

Harapan senada turut diutarakan oleh Nileganden, selaku pengurus Kuil Shri Bathara Kaliamman Kp. Lalang. Ia menaruh harapan besar agar perhatian konkret dari pemerintah ini dapat mempercepat proses pemulihan infrastruktur.

"Semoga dengan adanya perhatian dari pemerintah, umat di sini bisa kembali melaksanakan ibadah dengan baik, lancar, tanpa perlu merasa khawatir atau tidak nyaman," harap Nileganden.

Langkah proaktif melalui peninjauan awal ini diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif bagi Ditjen Bimas Hindu, sehingga alokasi program bantuan ke depan benar-benar mampu memulihkan fungsi rumah ibadah sebagai pusat spiritual dan pendidikan yang aman bagi umat Hindu di Sumatera Utara.


Berita Pusat LAINNYA