Jakarta (Bimas Hindu) - Menjelang peresmian Purna Pugar Pasraman (Sekolah Minggu) di Pura Mustika Dharma Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, persiapan acara terus dimatangkan. Sejumlah agenda strategis, mulai dari kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia hingga kesiapan tamu undangan dan rangkaian seremoni, dibahas dalam audiensi Pengurus Pura Mustika Dharma Kopassus–Cijantung dengan Dirjen Bimas Hindu Kemenag, Senin (21/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Dirjen Bimas Hindu, Lantai 14 Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat, tersebut menjadi forum untuk menyelaraskan berbagai kebutuhan menjelang pelaksanaan peresmian. Panitia juga menyampaikan gambaran jumlah peserta yang diperkirakan mencapai sekitar 400 orang, terdiri atas umat, masyarakat umum, serta sejumlah tokoh yang diundang.
Selain rencana kehadiran Menteri Agama, Panglima Kostrad juga direncanakan menjadi salah satu tamu dalam acara tersebut. Karena itu, Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija menekankan pentingnya pemetaan undangan serta koordinasi lintas pihak agar seluruh rangkaian dapat berlangsung tertib.
“Saya akan mengusahakan hadir. Semoga tidak ada halangan. Yang penting, persiapan untuk menyambut para tokoh dilakukan dengan baik dan seluruh kebutuhan acara dipastikan sejak awal,” ujar Prof. Duija.
Pembahasan turut menyentuh susunan acara yang direncanakan dimulai pukul 10.00 WIB dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Panitia juga mematangkan materi yang berkaitan dengan prosesi peresmian, termasuk konsep prasasti dan unsur visual yang akan digunakan.
Prof. I Nengah Duija meminta agar daftar tokoh yang hadir serta substansi yang akan disampaikan dalam acara segera dipastikan. Menurutnya, kejelasan tersebut akan memudahkan panitia menata alur kegiatan sekaligus menyesuaikan materi seremoni.
“Kita perlu memastikan siapa saja tokoh internal maupun eksternal yang hadir. Kemudian, perlu diketahui pula apa yang akan disampaikan Bapak Menteri dalam konteks kegiatan ini, sehingga semuanya bisa dipersiapkan dengan baik,” katanya.
Purna Pugar Pasraman di Pura Mustika Dharma Kopassus Cijantung diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat keberadaan ruang pendidikan keagamaan Hindu. Tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, keberadaan pasraman juga berkaitan dengan penyediaan ruang pembelajaran yang dapat mendukung pembentukan pengetahuan, karakter, dan nilai-nilai keagamaan bagi generasi Hindu.
Melalui koordinasi sejak awal, panitia bersama jajaran Ditjen Bimas Hindu terus memastikan aspek teknis, substansi acara, serta keterlibatan para undangan dapat dipersiapkan secara terukur. Dengan demikian, peresmian nantinya tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga menandai hadirnya ruang pendidikan Hindu yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh Umat Hindu.