Tawur Agung Manca Wali Krama Perkuat Pesan Harmoni dalam Keberagaman

Merawat Harmoni dalam Keberagaman

Jakarta (Bimas Hindu) – Tawur Agung Manca Wali Krama menjadi salah satu agenda penting umat Hindu yang mendapat perhatian dalam konteks kehidupan keagamaan dan kerukunan di Indonesia. Pelaksanaan yang berlangsung setiap sepuluh tahun itu dinilai memiliki arti lebih luas karena mempertemukan nilai spiritual dengan semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam.


Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii saat menerima Panitia Tawur Agung Manca Wali Krama di Ruang Rapat Wakil Menteri Agama, Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta, Senin (21/9/2026).


Dalam audiensi itu, Romo Muhammad Syafii menempatkan keberagaman sebagai bagian yang melekat dalam kehidupan bangsa Indonesia. Perbedaan agama dan keyakinan, menurutnya, bukan alasan untuk membangun jarak, tetapi menjadi ruang untuk menumbuhkan kehidupan bersama yang saling menghormati.


“Keragaman adalah keniscayaan yang diciptakan oleh Yang Mahakuasa. Kita memang diciptakan berbeda-beda. Tugas kita adalah hidup bersama dan membangun harmoni,” ujar Wamenag.


Ia mengatakan semangat tersebut tercermin dalam kebiasaan masyarakat yang saling membantu ketika umat dari agama berbeda melaksanakan kegiatan keagamaan. Sikap itu menunjukkan bahwa kerukunan tidak hanya hadir dalam hubungan antarindividu, tetapi juga tumbuh melalui keterlibatan nyata di tengah kehidupan sosial.


“Ketika umat Hindu menggelar kegiatan, saudara-saudara kita yang Muslim, Kristen, Buddha, dan umat agama lainnya ikut membantu. Begitu juga sebaliknya. Ini sudah menjadi tradisi baik bangsa Indonesia yang bersumber dari ajaran agama masing-masing,” tuturnya.


Menurut Wamenag, kehidupan masyarakat Bali memperlihatkan salah satu contoh bagaimana keberagaman dapat berjalan berdampingan dengan tradisi gotong royong. Perbedaan latar belakang agama tidak menghalangi masyarakat untuk mengambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekitarnya.


“Semua agama yang ada di Indonesia memiliki semangat yang sama dalam menyikapi perbedaan, yaitu membangun harmoni. Karena itu, saya senang sekali jika dapat hadir dan menjadi saksi kebersamaan tersebut,” ungkapnya.


Dalam audiensi tersebut, Panitia Tawur Agung Manca Wali Krama turut menyampaikan undangan kepada Menteri Agama untuk menghadiri pelaksanaan kegiatan. Wamenag mengatakan kepastian kehadiran Menteri Agama maupun pejabat yang akan mewakili akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu.


“Acara ini sangat besar karena dilaksanakan setiap sepuluh tahun. Tentu menjadi kegiatan penting. Jika Menteri Agama dapat hadir langsung, beliau yang akan datang. Namun, jika beliau berhalangan dan saya mendapat penugasan untuk mewakili, insyaallah saya siap hadir,” kata Wamenag.


Wamenag meminta panitia menyampaikan jadwal pelaksanaan sejak jauh hari agar dapat diselaraskan dengan agenda pimpinan Kementerian Agama. Koordinasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari kesiapan pemerintah dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada seluruh umat secara setara.


Tawur Agung Manca Wali Krama pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan ritual keagamaan. Momentum yang hadir satu dekade sekali itu juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan, memperkuat persaudaraan, dan merawat ruang kebersamaan dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.


Berita Pusat LAINNYA