Tangerang Selatan (Bimas Hindu) - Peningkatan kompetensi penyuluh agama menjadi salah satu langkah strategis Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang semakin berkualitas, inklusif, dan profesional bagi masyarakat.
Untuk mendukung upaya tersebut, Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia (Pusbangkom SDM) Pendidikan dan Keagamaan Kemenag RI bersama Ditjen Bimas Hindu secara resmi membuka bersama Kegiatan Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Agama Hindu pada Senin (19/10/2026).
Plt. Kepala Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan, Musyarrafah Amin, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, kenaikan jenjang jabatan harus dijadikan momentum penting untuk memperkuat kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, kompeten, dan berintegritas.
"Kenaikan jenjang jabatan bukan sekadar pemenuhan persyaratan administratif kepegawaian, melainkan investasi untuk meningkatkan kualitas pengabdian. Semakin tinggi jenjang jabatan, semakin besar tuntutan terhadap kemandirian, integritas, serta kemampuan menghasilkan kinerja yang berkualitas," ujar Musyarrafah.
Lebih lanjut, Musyarrafah menegaskan bahwa penyelenggaraan uji kompetensi ini mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara. Skema ini dirancang tidak hanya untuk menguji kapasitas teknis, tetapi juga untuk mendorong penyuluh agama agar senantiasa memberikan dampak dan manfaat nyata bagi umat.
"Sebagai garda terdepan pelayanan Kemenag, penyuluh memiliki peran strategis dalam membimbing masyarakat, memelihara kerukunan, serta memperkuat nilai-nilai moderasi beragama. Karena itu, keberhasilan seorang penyuluh tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan oleh umat," tegasnya.
Di akhir arahannya, ia mengingatkan seluruh peserta untuk memelihara semangat belajar berkelanjutan agar mampu beradaptasi dengan dinamika kebutuhan pelayanan keagamaan masa kini.
"Teruslah belajar, jaga integritas dan keteladanan, serta hadirkan manfaat nyata bagi organisasi, umat, dan bangsa melalui pengabdian yang tulus," pesannya.
Kegiatan pembukaan uji kompetensi ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Ditjen Bimas Hindu, panitia penyelenggara, serta para peserta Uji Kompetensi Penyuluh Agama Hindu yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui agenda ini, diharapkan lahir pejabat fungsional Penyuluh Agama Hindu yang responsif, adaptif, dan siap mengemban peran strategis dalam pembinaan umat serta penguatan kehidupan beragama yang harmonis di tanah air.