Yogyakarta (Bimas Hindu) — Persembahyangan Bhakti Tilem Sasih Kasa di Candi Prambanan, Selasa (14/7/2026), menjadi momentum penguatan spiritual bagi umat Hindu melalui pesan mendalam yang disampaikan Ida Pandita Mpu Dwi Cakra Jaya Nanda. Di hadapan 108 umat Hindu yang hadir, beliau mengajak umat menjadikan Widya Bhakti Krya Yajna sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dalam Dharma Wacananya, Ida Pandita menegaskan bahwa kekuatan ajaran Hindu terletak pada sifatnya sebagai Sanatana Dharma, kebenaran yang abadi dan mampu menjawab berbagai tantangan zaman. Karena itu, kehidupan beragama hendaknya selalu berpijak pada konsep Tri Samaya—atita (masa lalu), wartamana (masa kini), dan nagata (masa depan)—agar nilai-nilai luhur Hindu tetap terjaga dan relevan sepanjang waktu.
Pesan utama yang ditekankan adalah pentingnya mengaktualisasikan sradha dan bhakti melalui karya nyata. Menurut Ida Pandita, Widya Bhakti Krya Yajna mengandung makna bahwa ilmu pengetahuan yang dimiliki dan setiap pekerjaan yang dilakukan sejatinya merupakan persembahan suci (yajna) sekaligus bentuk bhakti kepada Ida Hyang Widhi Wasa.
"Widya Bhakti Krya Yajna berarti bahwa pengetahuan yang kita miliki dan pekerjaan yang kita lakukan merupakan wujud yajna serta bhakti kepada Ida Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa. Pertanyaannya, mampukah kita melaksanakan itu? Mari kita bertanya kepada diri masing-masing," pesan Ida Pandita kepada umat.
Persembahyangan yang dipuput oleh Ida Pandita Mpu Dwi Cakra Jaya Nanda dari Griya Basundari Kusuma, Buleleng, Bali, turut dihadiri Pembimbing Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Didik Widya Putra. Kehadiran Ida Pandita dari Bali menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan spiritual sekaligus mempererat persaudaraan umat Hindu lintas daerah.
Dalam sambutannya, Didik Widya Putra berharap Candi Prambanan terus berkembang sebagai ruang pengabdian bagi para sulinggih dari berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, Candi Prambanan bukan hanya warisan peradaban Hindu masa lampau, tetapi juga pusat spiritual yang hidup dan menjadi tempat bertumbuhnya nilai-nilai keagamaan serta persatuan umat Hindu Nusantara.
Melalui pesan Widya Bhakti Krya Yajna, persembahyangan Bhakti Tilem Sasih Kasa tahun ini tidak hanya menjadi sarana pemujaan kepada Ida Hyang Widhi Wasa, tetapi juga mengingatkan bahwa setiap ilmu, profesi, dan karya yang dijalankan dengan tulus merupakan bagian dari pengabdian spiritual. Nilai inilah yang diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan umat Hindu sebagai wujud sradha, bhakti, dan pelayanan kepada Tuhan serta sesama.