Bumi Juga Butuh Glow Up! Penyuluh Agama Hindu Klungkung Wujudkan Semangat Ekoteologi Melalui Program 'Benih Cinta'

Penyuluh Agama Hindu Klungkung Wujudkan Semangat Ekoteologi Melalui Program 'Benih Cinta'

Klungkung (BIMAS HINDU) – Sebuah benih mungkin tampak kecil, tetapi dari sanalah kehidupan baru dan kelestarian alam bermula. Kesadaran mendalam ini diimplementasikan secara nyata oleh jajaran Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung melalui aksi pemeliharaan dan penyemaian bibit tanaman pangan dalam Program "Benih Cinta" yang digelar pada Rabu (15/7). Langkah ini menjadi bagian dari edukasi terintegrasi untuk menyelaraskan nilai spiritualitas dengan kelestarian lingkungan hidup.

Program "Benih Cinta" didesain tidak hanya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan keluarga, tetapi juga memicu kepedulian kolektif terhadap isu lingkungan global. Sebagai wujud nyata dari konsep reduce dan reuse, para penyuluh memanfaatkan botol plastik bekas sebagai pot dan media tanam. Aksi sederhana ini menjadi edukasi aplikatif bagi masyarakat dalam menekan volume sampah plastik sekaligus menyulap barang bekas menjadi media yang bernilai guna tinggi.

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, Dewa Hardiputra, menegaskan bahwa aktivitas pelestarian alam ini memiliki landasan teologis yang sangat kuat dalam susastra suci Weda.

"Dalam kitab Agni Purana dan Matsya Purana terdapat ajaran luhur mengenai urgensi penghijauan. Menanam serta merawat pohon, utamanya pohon yang rindang dan menghasilkan buah, disetarakan dengan perbuatan kebajikan (dharma) yang mendatangkan pahala spiritual. Karena itu, bagi umat Hindu, menjaga alam bukan sekadar tanggung jawab sosial atau ekologis semata, melainkan bagian mutlak dari pengamalan nilai-nilai sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa," jelas Dewa Hardiputra.

Bibit-bibit tanaman pangan produktif yang telah disemai ini nantinya akan didistribusikan secara gratis kepada para pengguna layanan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung. Melalui stimulasi Program Benih Cinta ini, masyarakat diharapkan tergerak untuk mengoptimalisasi lahan pekarangan rumah secara produktif, sehingga kemandirian pangan berskala rumah tangga dapat tercipta secara simultan dengan penghijauan lingkungan dari unit terkecil keluarga.

Gerakan preventif dan edukatif ini sejalan dengan arah kebijakan Asta Protas Kementerian Agama RI, khususnya pada poin Penguatan Ekoteologi. Poin strategis ini mengamanatkan umat beragama untuk memandang pelestarian alam sebagai cerminan dari kesalehan spiritual. Melalui Program Benih Cinta, Kementerian Agama Kabupaten Klungkung berkomitmen untuk terus menghadirkan pola pembinaan umat yang transformatif—tidak hanya memperkokoh aspek ritualitas, tetapi juga memberikan kontribusi riil dan berdampak luas bagi ketahanan pangan serta kelestarian bumi nusantara.


Berita Daerah LAINNYA