Gianyar (BIMAS HINDU) – Memasuki gerbang sekolah baru adalah momen krusial untuk menanamkan pondasi moral. Sadar akan pentingnya karakter sejak dini, Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar hadir di SMP Negeri 4 Tegallalang untuk membekali 132 siswa baru dengan nilai-nilai Tri Kaya Parisudha dan Catur Paramita, Senin (13/7/2026).
Tim penyuluh yang terdiri dari Ida Ayu Kade Ratna Wati, Ni Wayan Ekayanti, I Kadek Cihna Harta, dan I Putu Agus Adegrantika mengajak para siswa memahami bahwa karakter yang unggul dimulai dari kendali diri. Melalui ajaran Tri Kaya Parisudha, para siswa diajak untuk menyadari bahwa setiap tindakan yang baik harus bermula dari pikiran yang jernih (Manacika), tutur kata yang santun (Wacika), dan perbuatan yang bajik (Kayika).
Ajaran ini kemudian diperkuat dengan filosofi Catur Paramita, yang menjadi kompas dalam berinteraksi dengan sesama. Dengan mengedepankan empati dan kasih sayang, para siswa diharapkan mampu membangun lingkungan sekolah yang harmonis, inklusif, serta bebas dari perilaku perundungan (bullying).
"Melalui materi ini, kami ingin para siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial. Tri Kaya Parisudha dan Catur Paramita adalah bekal dasar agar mereka tumbuh menjadi remaja yang mampu berpikir positif dan menghargai makhluk hidup di sekitarnya," ungkap salah satu tim penyuluh.
Kepala SMP Negeri 4 Tegallalang, Ngakan Putu Suwendra, menyambut positif keterlibatan tim penyuluh Kemenag Gianyar dalam agenda MPLS. Baginya, pendidikan karakter adalah pilar yang tak terpisahkan dari kualitas sekolah.
"Pembentukan karakter adalah bagian esensial dalam pendidikan. Kami berharap materi keagamaan ini dapat menjadi pedoman bagi para siswa untuk tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia selama menempuh pendidikan di sini," ujar Ngakan Putu Suwendra.
Kegiatan ini berlangsung interaktif dan mendapat sambutan hangat dari para peserta. Dengan tertanamnya nilai-nilai luhur sejak hari pertama masuk sekolah, SMP Negeri 4 Tegallalang optimis dapat melahirkan generasi penerus yang tidak hanya kompetitif secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh sebagai pondasi kehidupan mereka ke depan.