Bandar Lampung (BIMAS HINDU) — Lingkungan Lembaga Pemasyarakatan bukanlah medan pengabdian yang mudah. Dibutuhkan ketahanan mental, kedisiplinan tingkat tinggi, serta fondasi spiritual yang kokoh bagi para petugas untuk dapat membina warga binaan secara optimal.
Menjawab tantangan tersebut, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Jumadi, S.Ag., M.Psi., turun langsung memberikan pembinaan mental dan spiritual kepada Aparatur Sipil Negara di Lapas Kelas I Bandar Lampung, Kamis (16/07/2026).
Bertempat di Ruang Literasi Lapas, kegiatan strategis ini dirancang untuk mempertebal integritas, meningkatkan profesionalisme, sekaligus menyegarkan kembali implementasi nilai-nilai moderasi beragama dalam denyut nadi pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam arahannya, Jumadi menekankan bahwa peran ASN di Lapas sangatlah kompleks. Mereka tidak hanya dituntut menjadi penjaga keamanan yang tegas, tetapi juga harus mampu berperan sebagai pendidik dan pembimbing yang mengarahkan warga binaan kembali ke jalan yang benar.
"ASN di lingkungan Lapas memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Oleh karena itu, seorang ASN harus sudah 'selesai dengan dirinya'—memiliki mental yang tangguh, kedisiplinan yang tinggi, dan senantiasa bekerja berlandaskan nilai-nilai dharma (kebaikan). Hanya dengan jiwa yang tenang dan berintegritas, petugas dapat memberikan pembinaan yang berdampak nyata bagi warga binaan," tegas Jumadi.
Lebih lanjut, Jumadi menyoroti urgensi implementasi moderasi beragama. Mengingat Lapas adalah miniatur masyarakat yang berisi individu dari berbagai latar belakang suku, ras, dan agama, keluwesan dan sikap adil para ASN menjadi kunci. Sikap mengayomi tanpa diskriminasi ini akan berdampak langsung pada terciptanya suasana Lapas yang kondusif, aman, dan toleran.
Sinergi pembinaan dari Kemenag ini disambut dengan sangat antusias oleh Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, Amd.IP., S.H., M.H. Ia menyadari bahwa rutinitas pengamanan yang berisiko tinggi sering kali menguras energi mental jajarannya.
"Kami sangat mengapresiasi kehadiran dan kepedulian dari Bapak Kabid Bimas Hindu. Pembinaan mental dan spiritual semacam ini menjadi suntikan motivasi yang sangat berharga bagi jajaran kami. Dampaknya sangat jelas, ini akan meregenerasi semangat petugas kami untuk terus menjaga integritas dan menghadirkan pelayanan prima, baik kepada masyarakat luas maupun dalam proses rehabilitasi warga binaan," ungkap Ike Rahmawati.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana dialogis ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan doa bersama. Melalui kolaborasi berkesinambungan antara Kemenag dan institusi pemasyarakatan, diharapkan lahir sosok-sosok abdi negara yang tidak hanya profesional secara teknis, tetapi juga tangguh secara rohani dalam mengawal keadilan dan kemanusiaan di dalam Lapas.