Bangli (Bimas Hindu)— Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi momen bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan Bina Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang diselenggarakan oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli di SMP Negeri 4 Tembuku, Rabu (15/7). Setidaknya ada lima Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah karena dinilai mampu memperkuat karakter siswa sejak awal memasuki jenjang pendidikan menengah.
Mengusung tema "Bergerak Bersama Tumbuhkan GENCINTA (Generasi Cerdas, Inovatif, dan Taat Beragama)", kegiatan BRUS diikuti oleh 160 siswa kelas VII. Melalui penyuluhan yang dikemas secara interaktif, para peserta diajak memahami pentingnya membangun karakter positif, menjaga etika dalam pergaulan, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Suasana yang komunikatif dan diselingi permainan edukatif membuat materi lebih mudah dipahami dan diterima oleh para siswa.
Ni Made Murdani, Kepala SMP Negeri 4 Tembuku menyampaikan apresiasi kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli, khususnya para Penyuluh Agama Hindu, atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan peserta didik baru yang sedang menjalani masa adaptasi di lingkungan sekolah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli, khususnya para Penyuluh Agama Hindu, yang telah memberikan pembinaan kepada siswa-siswi kami melalui kegiatan BRUS. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat untuk menanamkan nilai-nilai karakter, kedisiplinan, dan penguatan moral. Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus berlanjut sehingga mampu mencetak generasi yang cerdas, inovatif, berkarakter, dan taat beragama," ungkap Ni Made Murdani
Program BRUS merupakan salah satu bentuk komitmen Kementerian Agama Kabupaten Bangli dalam memberikan pembinaan kepada remaja usia sekolah. Melalui program ini, Kementerian Agama berupaya menanamkan nilai-nilai keagamaan dan karakter sebagai bekal bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital.
Kolaborasi antara sekolah dan Kementerian Agama ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter. Dengan semangat GENCINTA, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berintegritas, berprestasi, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.