Medan (Bimas Hindu) - Nilai-nilai keagamaan menjadi bekal penting dalam membangun kesadaran, memperbaiki karakter, dan menumbuhkan harapan bagi setiap insan, termasuk warga binaan pemasyarakatan. Berangkat dari semangat tersebut, Pembimas Hindu Provinsi Sumatera Utara melaksanakan pembinaan keagamaan bagi warga binaan Hindu di Shri Krishna Kuil Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan, Rabu (15/7/2026), dengan mengangkat tema "Catur Marga: Jalan Bebas untuk Membebaskan Diri."
Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Tim Urusan Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Komang Agus Aryawan, M.Sos., didampingi Juwita Br. Meliala, S.Pd. Dalam pembinaan tersebut, warga binaan memperoleh pendalaman mengenai Catur Marga Yoga, yakni empat jalan menuju kesempurnaan hidup yang meliputi Karma Marga (jalan pengabdian), Bhakti Marga (jalan cinta kasih dan pengabdian kepada Tuhan), Jnana Marga (jalan pengetahuan), serta Raja Marga (jalan pengendalian diri dan meditasi).
Mengawali penyampaian materinya, Komang Agus Aryawan mengajak seluruh peserta memaknai kebebasan dari sudut pandang ajaran Hindu. Menurutnya, kebebasan sejati bukan hanya terbebas dari batasan fisik, melainkan kemampuan membebaskan diri dari kemarahan, kebencian, keserakahan, serta berbagai sifat negatif yang menghambat perjalanan spiritual manusia.
"Hindu mengajarkan bahwa setiap orang selalu memiliki kesempatan untuk bangkit dan memperbaiki diri. Kebebasan yang paling hakiki adalah ketika seseorang mampu melepaskan dirinya dari sifat-sifat negatif, belajar dari masa lalu, kemudian membangun kehidupan baru yang berlandaskan Dharma," ujar Komang.
Ia menjelaskan bahwa proses pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran spiritual sekaligus membentuk karakter warga binaan agar memiliki optimisme untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.
"Catur Marga mengajarkan bahwa perubahan dapat dimulai melalui pengabdian, ketulusan berbhakti, pencarian ilmu pengetahuan, dan pengendalian diri. Ketika empat jalan ini dijalankan secara seimbang, seseorang akan memiliki kekuatan untuk menjalani hidup dengan lebih bijaksana dan penuh tanggung jawab," lanjutnya.
Suasana pembinaan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Selain mendengarkan dharma wacana, warga binaan juga berdialog mengenai pengalaman hidup, tantangan selama menjalani masa pembinaan, serta harapan untuk menata masa depan yang lebih baik berdasarkan nilai-nilai ajaran Hindu.
Salah seorang warga binaan mengaku memperoleh semangat baru setelah mengikuti pembinaan tersebut. Baginya, ajaran Catur Marga memberikan pemahaman bahwa perubahan tidak bergantung pada keadaan di luar diri, melainkan berawal dari kemauan untuk memperbaiki sikap dan cara berpikir.
"Pembinaan ini memberi kami harapan dan kekuatan untuk terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Kami menyadari bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri, dan ajaran Catur Marga menjadi pedoman untuk menjalani proses tersebut," ungkapnya.
Pembinaan tersebut menegaskan bahwa ajaran Hindu memiliki peran strategis sebagai sarana pembentukan karakter dan pemulihan spiritual. Melalui pendalaman nilai-nilai Catur Marga, warga binaan didorong untuk membangun optimisme, memperkuat pengendalian diri, serta menyiapkan langkah baru menuju kehidupan yang lebih bermakna ketika kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.