Door to Door, Penyuluh Agama Hindu Perluas Jangkauan Layanan Keagamaan Lewat Sinergi dengan Desa Adat

Penyuluh bersama Penata Layanan Operasional mengambil langkah proaktif dengan melaksanakan rapat koordinasi secara Door To Door

Klungkung (Bimas Hindu) – Komitmen untuk menghadirkan layanan keagamaan yang semakin dekat dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat terus digalakkan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung. Melalui Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Hindu, para penyuluh bersama Penata Layanan Operasional mengambil langkah proaktif dengan melaksanakan rapat koordinasi secara Door To Door bersama Bendesa Adat Pundukaha Kaja di kediamannya, Senin (13/7/2026).

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkokoh sinergi dalam pelaksanaan program-program keagamaan di tingkat desa adat. Selain mendiskusikan kebutuhan riil umat di lapangan, tim Kemenag Klungkung juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan dan menyosialisasikan berbagai program layanan yang tersedia di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung agar semakin dikenal dan dimanfaatkan secara optimal oleh krama desa.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Bendesa Adat Pundukaha Kaja menegaskan bahwa keberadaan penyuluh agama memiliki peran yang sangat vital. Sebagai ujung tombak Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi masyarakat, koordinasi dan evaluasi berkala seperti ini dinilai sangat penting. Langkah ini memastikan pelayanan keagamaan mampu menjawab dinamika dan kebutuhan umat secara adaptif, profesional, dan akuntabel.

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, Kadek Cahyadi, menjelaskan bahwa gerakan jemput bola ini bertujuan untuk memperluas jangkauan informasi mengenai berbagai lini layanan keagamaan yang ada di Kemenag Klungkung.

"Melalui koordinasi langsung ini, kami ingin memastikan bahwa informasi mengenai berbagai layanan di Kementerian Agama benar-benar sampai ke masyarakat. Harapannya, seluruh layanan keagamaan dapat menjangkau umat secara lebih luas, lebih mudah diakses, dan memberikan manfaat yang nyata," jelas Kadek Cahyadi.

Senada dengan hal tersebut, Jero Bendesa Pundukaha Kaja, I Made Lasa, menambahkan bahwa kehadiran penyuluh di tengah-tengah masyarakat memiliki fungsi ganda. Tidak hanya sebatas memberikan pembinaan mental dan spiritual, tetapi juga bertindak sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai program serta layanan pemerintah.

"Penyuluh harus senantiasa hadir di tengah-tengah umat untuk memberikan edukasi, konseling, serta pembinaan keagamaan yang menyejukkan. Melalui koordinasi yang erat ini, kami berharap setiap program kerja dapat berjalan lebih terarah dan mampu menjawab kebutuhan umat Hindu secara nyata di lapangan," ujar I Made Lasa.

Selain membahas agenda pembinaan umat, tim penyuluh juga aktif menyosialisasikan sejumlah layanan administrasi dan fasilitasi keagamaan dari Kementerian Agama. Beberapa di antaranya meliputi: Layanan permohonan rohaniawan atau narasumber keagamaan, Layanan pengurusan Surat Tanda Daftar Rumah Ibadah (STDP) / Tanda Daftar Pura, dan Pendataan Pemangku Kahyangan Desa sebagai wujud dukungan terhadap program pemutakhiran data pemerintah yang sedang berjalan.

Langkah taktis yang dilakukan oleh Pokjaluh Kemenag Klungkung ini merupakan implementasi nyata dari program strategis Asta Protas Kemenag, khususnya pada pilar Layanan Keagamaan Berdampak. Dengan mendekatkan akses layanan hingga ke tingkat desa adat, sinergi yang terbangun bersama para pemangku kepentingan lokal ini diharapkan mampu mewujudkan pelayanan publik keagamaan yang responsif, inklusif, dan membawa kemaslahatan yang luas bagi umat Hindu.


Berita Daerah LAINNYA