Lampung Tengah (Bimas Hindu) - Upaya peningkatan kualitas pelayanan keagamaan terus dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah. Melalui Penyelenggara Hindu, Kemenag setempat menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Kinerja Penyuluh Agama Hindu pada Rabu, 15 April 2026, bertempat di ruang kerja Penyelenggara Hindu.
Kegiatan ini dihadiri oleh Penyelenggara Hindu, Dewa Gede Raka Ananta bersama jajaran staf serta para penyuluh agama Hindu dari unsur ASN dan non-ASN. Rakor tersebut menjadi bagian dari implementasi Keputusan Dirjen Bimas Hindu Nomor 40 Tahun 2025 yang mengatur petunjuk teknis evaluasi kinerja penyuluh.
Secara substansi, forum ini tidak hanya menitikberatkan pada penilaian capaian kerja, tetapi juga diarahkan sebagai ruang konsolidasi program dan penyelarasan langkah strategis penyuluhan ke depan. Evaluasi dilakukan secara komprehensif guna mengidentifikasi tantangan di lapangan sekaligus merumuskan solusi yang relevan dengan kebutuhan umat.

Dalam arahannya, Dewa Gede Raka Ananta menekankan bahwa penyuluh agama memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan spiritual dan sosial masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan profesionalitas penyuluh menjadi prioritas utama.
“Rapat ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum untuk memperkuat arah gerak bersama. Kita ingin memastikan bahwa setiap program penyuluhan benar-benar menyentuh kebutuhan umat dan memberikan dampak nyata,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa penyusunan strategi berbasis data dan hasil evaluasi menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas program. Dengan pendekatan tersebut, penyuluh diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih responsif, adaptif, dan berkelanjutan.

Selain evaluasi, kegiatan ini turut dimanfaatkan sebagai sarana berbagi praktik baik (best practices) antarpenyuluh. Diskusi yang berlangsung membuka ruang pertukaran pengalaman lapangan, sehingga dapat memperkaya metode penyuluhan yang lebih inovatif dan kontekstual.
Rakor ini memiliki sejumlah tujuan penting, di antaranya memperkuat koordinasi lintas penyuluh, meningkatkan mutu pelayanan keagamaan, serta membangun sinergi yang solid antara penyuluh dan pemangku kepentingan. Dengan demikian, penyuluhan agama Hindu di Lampung Tengah diharapkan mampu berjalan lebih terarah dan terukur.

Kemenag Lampung Tengah menilai, penguatan peran penyuluh merupakan investasi jangka panjang dalam pembinaan umat. Keberadaan penyuluh tidak hanya sebagai penyampai ajaran agama, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mampu menjaga harmoni dan kerukunan di tengah masyarakat.
Momentum ini, Kemenag Lampung Tengah berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang berkualitas. Optimalisasi peran penyuluh diharapkan dapat meningkatkan kepuasan masyarakat serta memperkuat kehidupan keagamaan umat Hindu, khususnya di wilayah Kabupaten Lampung Tengah.