Gianyar (Bimas Hindu)— Alunan Dharma Gita dan irama gambelan tak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan upacara keagamaan Hindu. Di Rumah Tahanan (Rutan) Gianyar, keduanya menjadi media pembinaan spiritual yang menghadirkan semangat baru bagi warga binaan. Melalui kegiatan Seka Gegineman yang digelar Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, sekitar 30 warga binaan memperoleh kesempatan mengenal kembali nilai-nilai agama sekaligus melestarikan tradisi budaya Hindu.
Program ini menjadi bukti bahwa layanan pembinaan keagamaan Kementerian Agama mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Tidak hanya menambah pengetahuan tentang seni dan budaya keagamaan, kegiatan tersebut juga membantu peserta membangun karakter positif, memperkuat spiritualitas, serta menumbuhkan optimisme untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, I Putu Angga Kawana Suksma, menjelaskan bahwa gambelan dan Dharma Gita bukan sekadar kesenian, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan yadnya.
"Gambelan dan Dharma Gita merupakan pelengkap dalam upacara yadnya karena keduanya menjadi bagian dari Panca Gita atau lima suara suci yang harus hadir dalam pelaksanaan upacara keagamaan. Panca Gita tersebut meliputi suara gambelan, suara kulkul, suara genta, suara kidung, dan suara mantra," jelasnya.
Melalui pendekatan yang sederhana dan partisipatif, peserta tidak hanya mempelajari teknik gegineman sebagai pengantar melodi dalam komposisi gambelan Bali, tetapi juga memahami makna filosofis di balik setiap lantunan Dharma Gita. Pendekatan ini menjadikan proses penyuluhan lebih mudah diterima sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyentuh aspek spiritual maupun emosional.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Tahanan Gianyar pada Kamis (2/7/2026) tersebut berlangsung tertib dan mendapat antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Selama sesi berlangsung, warga binaan aktif mengikuti latihan sekaligus berdiskusi mengenai fungsi Dharma Gita dan gambelan dalam berbagai rangkaian Panca Yadnya.
Selain menjadi sarana pembinaan keagamaan, kegiatan ini juga memperkuat upaya pelestarian seni budaya Hindu agar tetap hidup di berbagai ruang kehidupan, termasuk di lingkungan pemasyarakatan. Dengan demikian, tradisi tidak hanya diwariskan, tetapi juga menjadi instrumen pembentukan karakter, penguatan mental, serta media refleksi bagi warga binaan dalam mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
Program Seka Gegineman yang dilaksanakan Kementerian Agama Kabupaten Gianyar menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan dapat menghadirkan dampak nyata melalui pendekatan budaya. Ketika nilai-nilai spiritual dipadukan dengan pelestarian tradisi, pembelajaran agama menjadi lebih bermakna, inklusif, dan memberikan harapan baru bagi setiap peserta.