Perkuat Sinergi Guru dan Penyuluh, Green Dharma Jadi Prioritas Pembinaan Umat

Perkuat Sinergi Guru dan Penyuluh, Green Dharma Jadi Prioritas Pembinaan Umat

Kupang (Bimas Hindu) – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama terus memperkuat sinergi pelayanan keagamaan dan pendidikan Hindu di daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembimas Menyapa yang digelar Bimas Hindu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara virtual melalui Zoom Meeting, Kamis (2/7/2026).

Mengusung tema "Penguatan Sinergi Pendidikan Agama Hindu dan Tugas Pokok dan Fungsi Penyuluh Agama Hindu se-Provinsi Nusa Tenggara Timur", kegiatan ini dipimpin Pembimbing Masyarakat Hindu Provinsi NTT, I Ketut Suji, dan diikuti Penyelenggara Bimas Hindu Kota Kupang, ASN Bimas Hindu, penyuluh agama Hindu, serta guru Pendidikan Agama Hindu dari berbagai kabupaten dan kota di NTT.

Dalam arahannya, I Ketut Suji menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran pemerintah tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada umat. Menurutnya, keterbatasan anggaran justru menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam menjalankan tugas pembinaan.

"Meskipun jumlah SDM terbatas dan anggaran mengalami penyesuaian, pelayanan kepada umat harus tetap berjalan secara optimal. Yang terpenting adalah menjaga komunikasi yang baik serta terus menghadirkan pembinaan yang berkualitas di tengah masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, efisiensi anggaran yang mencapai sekitar 87 persen berdampak pada sejumlah program pembinaan maupun bantuan kepada lembaga keagamaan yang belum dapat direalisasikan tahun ini. Karena itu, seluruh jajaran diminta memberikan penjelasan yang bijaksana kepada masyarakat mengenai kondisi tersebut sekaligus tetap menjaga kepercayaan umat terhadap pelayanan Kementerian Agama.

Menurutnya, guru Pendidikan Agama Hindu dan penyuluh agama memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun kehidupan keagamaan. Guru bertugas membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan formal, sedangkan penyuluh hadir mendampingi masyarakat melalui pembinaan langsung di tengah umat.

"Walaupun bertugas di lingkungan pemerintah daerah, Bapak dan Ibu guru tetap menjadi bagian dari keluarga besar Bimas Hindu. Tujuan kita sama, yakni mencerdaskan generasi sekaligus memperkuat kehidupan keagamaan umat Hindu," kata I Ketut Suji.

Selain membahas layanan kepegawaian, Simpatika, Tunjangan Profesi Guru (TPG), dan peningkatan kompetensi aparatur, forum tersebut juga menekankan implementasi Program Green Dharma sebagai bagian dari penguatan Ekoteologi Kementerian Agama. Program itu akan diwujudkan melalui aksi pelepasan satwa saat Tumpek Uye, kegiatan bersih-bersih rumah ibadah pada Tumpek Landep, serta penanaman pohon pada Tumpek Wariga.

I Ketut Suji mengajak seluruh guru, penyuluh, lembaga keagamaan, tokoh agama, dan umat Hindu untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan tersebut.

"Green Dharma tidak harus dimulai dengan langkah besar. Menanam satu pohon, membersihkan pura, atau melepas beberapa ekor ikan sudah menjadi kontribusi nyata dalam menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam sebagaimana ajaran Hindu," ujarnya.

Pada kesempatan itu, peserta juga memperoleh penguatan mengenai transformasi digital. Guru dan penyuluh didorong memanfaatkan berbagai platform pembelajaran Kementerian Agama, seperti Pintar Kemenag, PJJ Kemenag, dan Si Made, serta meningkatkan kemampuan membuat konten edukatif melalui aplikasi desain digital agar informasi keagamaan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Selain itu, Bimas Hindu NTT mengingatkan pentingnya publikasi setiap kegiatan sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan. Seluruh laporan diharapkan disusun dengan memenuhi unsur jurnalistik, memuat kutipan narasumber, dilengkapi dokumentasi yang baik, dan disampaikan tepat waktu agar informasi mengenai program pembinaan dapat diterima masyarakat secara cepat dan akurat.

Penguatan sinergi melalui Pembimas Menyapa menjadi langkah strategis dalam menyatukan gerak guru, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan kolaborasi yang semakin solid, implementasi program prioritas Kementerian Agama diharapkan semakin efektif dan mampu menjawab kebutuhan umat Hindu di Nusa Tenggara Timur.


Berita Daerah LAINNYA