Penyuluh Agama Kemenag Klungkung Ajak Anak Sekolah Berbuat Baik Lewat Cara yang Menyenangkan

Program bernama KARMA yang digelar di SD Negeri Dawan Kaler

Klungkung (BIMAS HINDU) – Menciptakan suasana sekolah yang nyaman dan jauh dari ejekan (bullying) menjadi tujuan utama penyuluh agama dari Kementerian Agama Kabupaten Klungkung. Lewat program bernama KARMA yang digelar di SD Negeri Dawan Kaler, Kamis (02/07/2026), siswa diajak belajar untuk saling menyayangi dan menghormati teman, agar tidak ada lagi tindakan saling menyakiti di lingkungan sekolah.

Alih-alih hanya mendengarkan penjelasan di dalam kelas, para siswa diajak untuk belajar sambil praktik langsung, yaitu membuat tipat (ketupat). Kegiatan ini bukan sekadar membuat makanan, tapi juga mengajarkan kesabaran, kerja sama, dan rasa syukur. Putu Ari, salah satu penyuluh agama, menjelaskan bahwa praktik ini sengaja dipilih agar anak-anak lebih mudah memahami cara hidup rukun.

"Bullying dapat merusak pertemanan, membuat anak merasa takut, minder, bahkan sedih berkepanjangan. Oleh karena itu, kita semua harus kompak menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah untuk semua," ujar Putu Ari.

Menurutnya, setiap anak perlu memahami bahwa tindakan buruk terhadap teman bisa meninggalkan bekas luka yang dalam. Dengan menanamkan rasa saling menjaga sejak dini, diharapkan anak-anak bisa lebih peduli satu sama lain dan menghindari perilaku menyakiti teman.

"Lewat kegiatan ini, kami ingin adik-adik siswa tidak hanya hafal teori pelajaran agama, tapi benar-benar bisa mempraktikkannya dalam sikap sehari-hari, baik itu di sekolah, saat di rumah, maupun saat bermain di lingkungan masyarakat," tambahnya.

Cara mengajar yang kreatif ini mendapat sambutan baik dari para siswa. Dengan suasana yang menyenangkan, nilai-nilai kebaikan seperti kerukunan dan rasa kemanusiaan diharapkan dapat melekat lebih kuat dalam karakter anak-anak, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang baik, sopan, dan suka menolong.


Berita Daerah LAINNYA