Pendidikan Hindu

Sebelum Digunakan, Gedung Sekolah Hindu di Yogyakarta Harus Melalui Upacara Ini

Prosesi Melaspas Alit Gedung Adi Widyalaya Gautama di Gunungkidul menjelang dimulainya tahun ajaran baru sebagai simbol penyucian dan doa untuk kelancaran proses pendidikan.

Gunungkidul (Bimas Hindu) — Menjelang tahun ajaran baru, sebagian besar orang tua dan siswa biasanya disibukkan dengan berbagai persiapan. Mulai dari membeli buku, mengenakan seragam baru, hingga menyiapkan perlengkapan belajar. Namun, di salah satu sekolah Hindu di Daerah Istimewa Yogyakarta, bukan hanya para siswanya yang bersiap menyambut hari pertama sekolah. Gedung baru yang akan digunakan sebagai tempat belajar pun terlebih dahulu dipersiapkan melalui sebuah prosesi sakral bernama Melaspas.

Tradisi ini dilaksanakan oleh Satuan Pendidikan Adi Widyalaya Gautama di Gunungkidul melalui Upacara Melaspas Alit Gedung Adi Widyalaya Gautama, Minggu (12/7/2026), beberapa hari sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru. Upacara tersebut dihadiri oleh Pembimbing Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Ketua PHDI Kabupaten Gunungkidul, Ketua WHDI Kabupaten Gunungkidul, tenaga pendidik, orang tua, dan peserta didik.

Bagi masyarakat yang belum mengenal tradisi Hindu, Melaspas merupakan upacara penyucian bangunan sebelum digunakan. Prosesi ini menjadi ungkapan syukur sekaligus doa agar bangunan yang akan dimanfaatkan membawa keselamatan, keharmonisan, dan keberkahan bagi seluruh penggunanya. Dalam konteks pendidikan, Melaspas dimaknai sebagai ikhtiar spiritual agar lingkungan sekolah menjadi tempat yang nyaman untuk menuntut ilmu, membentuk karakter, dan melahirkan generasi yang berakhlak mulia.

Prosesi Melaspas Alit dipuput oleh Jro Gde Triman, yang memimpin doa dan rangkaian upacara sebagai bentuk permohonan keselamatan serta kelancaran seluruh aktivitas pendidikan di lingkungan Adi Widyalaya Gautama.

Pembimbing Masyarakat Hindu Kanwil Kementerian Agama DIY, Didik Widya Putra, mengatakan bahwa Melaspas bukan sekadar ritual penyucian sebuah bangunan, melainkan bagian dari upaya membangun lingkungan belajar yang harmonis sejak awal.

"Melaspas Alit bukan sekadar ritual penyucian bangunan, melainkan ikhtiar spiritual untuk menghadirkan energi positif dalam proses pendidikan. Dengan optimisme, kebersamaan, dan kerja keras sejak hari ini, Adi Widyalaya Gautama diharapkan mampu tumbuh menjadi lembaga pendidikan Hindu yang unggul, berkarakter, serta mampu bersaing setara dengan sekolah-sekolah lainnya," tegas Didik Widya Putra.

Ia juga mengajak seluruh komponen pendidikan untuk menyambut tahun ajaran baru dengan optimisme dan semangat kebersamaan. Menurutnya, pengembangan Adi Widyalaya Gautama membutuhkan dukungan seluruh pihak agar terus berkembang menjadi lembaga pendidikan Hindu yang berkualitas dan mampu bersaing dengan sekolah lainnya.

Pelaksanaan Melaspas Alit menjadi pengingat bahwa membangun sekolah bukan hanya menghadirkan ruang belajar secara fisik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual sebagai fondasi pendidikan. Dari ruang yang telah disucikan inilah diharapkan lahir generasi Hindu yang cerdas, berkarakter, dan berpegang teguh pada nilai-nilai dharma.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan pendidikan Hindu yang berkualitas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai dharma.


Berita Daerah LAINNYA