Banyuwangi (Bimas Hindu) - Upaya memperkuat kehidupan spiritual sekaligus membangun kualitas generasi Hindu terus didorong Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi melalui berbagai kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. Salah satunya terlihat dalam pelaksanaan Upacara Pemelaspasan dan Piodalan di Pura Giri Puspa, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Kamis (14/5/2026).
Kegiatan yang dihadiri Penyelenggara Hindu Kemenag Banyuwangi tersebut berlangsung khidmat dengan diikuti umat Hindu dari wilayah sekitar pura. Sejak pagi, umat bersama pengempon pura melaksanakan rangkaian persembahyangan dan yadnya sebagai bentuk bhakti serta ungkapan syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Dalam kesempatan itu, Penyelenggara Hindu Kemenag Banyuwangi menyampaikan bahwa pelaksanaan Pemelaspasan dan Piodalan bukan hanya seremonial keagamaan tahunan, melainkan bagian penting dari upaya menjaga kesucian tempat suci sekaligus memperkuat keseimbangan hubungan manusia dengan alam dan Tuhan.
Menurutnya, nilai utama dari yadnya yang dilaksanakan umat Hindu terletak pada kesadaran bersama untuk merawat harmoni kehidupan. Ia menilai keberadaan pura memiliki fungsi strategis sebagai pusat pembinaan moral, spiritual, dan kebudayaan Hindu di tengah masyarakat.
“Melalui Upacara Pemelaspasan dan Piodalan ini, umat diajak kembali menyucikan bhuana agung dan bhuana alit agar tercipta kehidupan yang harmonis, damai, dan penuh keberkahan. Kesucian pura juga harus dijaga bersama sebagai wujud bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujarnya.
Selain menekankan pentingnya menjaga nilai spiritual, pihaknya juga mengajak umat Hindu di Banyuwangi untuk lebih aktif memperkuat pendidikan keagamaan Hindu, terutama bagi generasi muda. Menurutnya, tantangan perkembangan zaman harus diimbangi dengan penguatan karakter, pemahaman ajaran dharma, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Hindu.
Ia menyebut pasraman dan lembaga pendidikan keagamaan Hindu memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki etika, budaya, dan spiritualitas yang kuat.
“Pembangunan umat tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik semata. Pendidikan keagamaan Hindu harus terus diperkuat agar lahir generasi yang berkarakter, berbudaya, serta memiliki sradha dan bhakti yang kokoh,” katanya.
Rangkaian Piodalan di Pura Giri Puspa turut memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan umat Hindu di Banyuwangi. Melalui keterlibatan masyarakat dalam seluruh proses upacara, nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan pelestarian tradisi keagamaan tetap terjaga, sekaligus menjadi cerminan harmonisasi kehidupan umat Hindu yang terus tumbuh di tengah dinamika masyarakat modern.
#Bimas Hindu #Penyelenggara Hindu Banyuwangi