Memaknai Sapta Werdi, Umat Hindu Diajak Menjadikan Doa sebagai Pedoman Kehidupan

Memaknai Sapta Werdi, Umat Hindu Diajak Menjadikan Doa sebagai Pedoman Kehidupan

Lampung Tengah (Bimas Hindu) - Upaya memperkuat pemahaman ajaran Hindu sekaligus mempererat kebersamaan umat terus dilakukan melalui berbagai kegiatan pembinaan keagamaan di tingkat masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan doa bersama dan kajian mantra yang dilaksanakan Kelompok Pesantian Umat Hindu Bandar Jaya Timur di Desa Bandar Jaya Timur, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang dibina langsung oleh Penyuluh Agama Hindu Kemenag Kabupaten Lampung Tengah, I Ketut Ginada, diikuti anggota kelompok pesantian yang terdiri dari sekitar 45 kepala keluarga. Mayoritas peserta merupakan umat Hindu etnis Jawa yang secara rutin menggelar kegiatan pesantian setiap dua minggu sekali sebagai sarana pembinaan keagamaan dan penguatan spiritual.

Rangkaian kegiatan diawali dengan melantunkan kidung-kidung suci secara bersama-sama, dilanjutkan persembahyangan bersama sebagai bentuk bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Setelah itu, peserta mengikuti kajian sastra keagamaan dan sesi diskusi yang berlangsung interaktif.

Pada kesempatan tersebut, pembahasan difokuskan pada makna filosofis Mantra Ayu Werdi atau yang lebih dikenal sebagai Mantra Sapta Werdi, salah satu mantra yang kerap dilafalkan umat Hindu dalam persembahyangan sehari-hari.

I Ketut Ginada menjelaskan bahwa Mantra Sapta Werdi berisi permohonan tujuh anugerah utama kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang menjadi landasan dalam mewujudkan kehidupan yang seimbang, harmonis, dan penuh keberkahan.

“Terkadang umat sudah terbiasa melafalkan mantra, tetapi belum sepenuhnya memahami makna yang terkandung di dalamnya. Padahal ketika arti dan filosofi mantra dipahami serta dihayati dengan baik, maka nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya akan lebih mudah diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia memaparkan bahwa tujuh permohonan dalam Mantra Sapta Werdi meliputi Ayu Werdi sebagai permohonan umur panjang dan kesehatan, Yasa Werdi untuk keberhasilan dalam usaha dan pekerjaan, Pradnyan untuk memperoleh kebijaksanaan dan kecerdasan, Suka sebagai harapan akan kebahagiaan dan ketenangan hidup, Sri untuk kesejahteraan dan kemakmuran, Dharma agar senantiasa berada di jalan kebenaran, serta Sentana sebagai doa memperoleh keturunan yang baik dan berbudi luhur.

Menurutnya, pemahaman terhadap makna mantra tidak hanya memperkaya wawasan keagamaan umat, tetapi juga mampu membangun kesadaran spiritual yang lebih mendalam dalam menjalankan ajaran Hindu.

“Ketika mantra diucapkan dengan pemahaman yang benar dan ketulusan hati, vibrasi positifnya akan memengaruhi cara berpikir, berbicara, dan bertindak. Inilah yang kemudian menjadi bagian dari implementasi ajaran dharma dalam kehidupan,” kata I Ketut Ginada.

Selain menjadi ruang pembelajaran keagamaan, kegiatan pesantian juga dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan sosial antarumat Hindu. Melalui pertemuan rutin tersebut, umat tidak hanya belajar bersama mengenai ajaran agama, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, gotong royong, dan simakrama yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Hindu.

Suasana diskusi yang berlangsung hangat menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam mendalami ajaran agama. Berbagai pertanyaan dan pengalaman keagamaan dibahas bersama sehingga materi yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kehadiran kelompok pesantian tidak hanya menjadi ruang pembelajaran ajaran agama, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran spiritual dan memperkokoh persaudaraan di tengah umat. Melalui pendalaman makna mantra dan sastra suci secara berkelanjutan, umat diharapkan semakin mampu menjadikan nilai-nilai Weda sebagai pedoman hidup, sehingga tercermin dalam sikap yang bijaksana, harmonis, dan penuh kepedulian terhadap sesama.

#Bimas Hindu #Penyuluh Hindu Lampung Tengah


Berita Daerah LAINNYA