Makassar (Bimas Hindu) – Pengembangan organisasi kepemudaan dan persiapan pelaksanaan PERADAH CUP VI menjadi agenda utama dalam audiensi Pembimbing Masyarakat Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, I Gusti Ayu Uik Astuti, dengan Ketua DPP Peradah Indonesia Sulawesi Selatan, Candra Guna Laksana, di ruang kerja Pembimas Hindu, Selasa (28/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ajang bertukar gagasan mengenai arah pembinaan pemuda Hindu sekaligus mengevaluasi pelaksanaan berbagai kegiatan yang telah berjalan. Selain membahas perkembangan organisasi, kedua pihak juga mendiskusikan sejumlah agenda yang dinilai mampu memperluas ruang aktualisasi generasi muda di bidang sosial, keagamaan, kepemimpinan, dan olahraga.
Salah satu program yang mendapat perhatian ialah PERADAH CUP VI. Kegiatan tersebut dirancang tidak hanya sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi antarpemuda Hindu, memperkuat jejaring organisasi, serta membangun semangat kebersamaan lintas daerah di Sulawesi Selatan.
Ketua DPP Peradah Indonesia Sulawesi Selatan, Candra Guna Laksana, mengatakan organisasinya terus mengembangkan program yang mampu menjawab tantangan generasi muda. Selain memperkuat literasi keagamaan, Peradah juga mendorong peningkatan literasi digital, kepemimpinan, dan kemandirian ekonomi agar pemuda Hindu mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
"Kami ingin semakin banyak pemuda Hindu mengambil peran dalam kegiatan keumatan. Pembinaan yang dilakukan bukan hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga membentuk karakter, kemampuan berorganisasi, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial," ujar Candra.
Ia menambahkan, PERADAH CUP VI diharapkan menjadi titik temu bagi generasi muda Hindu untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, sekaligus menunjukkan potensi yang dimiliki dalam suasana kompetitif yang sehat.
Sementara itu, I Gusti Ayu Uik Astuti menilai organisasi kepemudaan memiliki kontribusi penting dalam membangun kualitas umat di masa depan. Karena itu, ruang kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan perlu terus diperluas agar pembinaan berjalan secara berkesinambungan.
"Pemuda merupakan aset yang menentukan arah pembangunan umat. Karena itu, setiap program pembinaan harus mampu melahirkan generasi yang berintegritas, terbuka terhadap perkembangan zaman, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Hindu," katanya.
Ia juga mengajak Peradah untuk terus menjaga semangat inklusif dengan membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi pemuda Hindu dari berbagai latar belakang. Menurutnya, keberagaman gagasan menjadi modal penting dalam melahirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi umat.
Menutup pertemuan tersebut, Candra Guna Laksana menyampaikan apresiasi atas masukan dan dukungan yang diberikan Bimas Hindu. Ia memastikan Peradah Sulawesi Selatan akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak agar setiap program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan generasi muda Hindu.
Pertemuan itu menghasilkan sejumlah kesepahaman mengenai pengembangan program kepemudaan, termasuk pemantapan pelaksanaan PERADAH CUP VI sebagai salah satu wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, dan solidaritas. Keselarasan langkah antara Bimas Hindu dan Peradah diharapkan mampu memperluas partisipasi pemuda Hindu dalam pembangunan umat sekaligus memperkuat kontribusinya di tengah masyarakat.