Semarang (BIMAS HINDU) – Di balik kabut tipis dan kesejukan lereng Gunung Ungaran, kawasan suci Candi Gedong Songo kembali menjadi tempat bertemunya semangat pengabdian dan kesucian jiwa. Pada Sabtu (20/06/2026), kawasan yang sarat akan sejarah peradaban Hindu ini menjadi saksi prosesi Tirta Yatra yang dilakukan oleh umat Hindu dari Pura Tunggal Ika Kemuning, Kabupaten Karanganyar.
Kehadiran puluhan umat dari luar daerah tersebut disambut dengan pendampingan intensif oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang. Di sini, Candi Gedong Songo tidak hanya dipandang sebagai warisan arkeologis semata, melainkan sebagai pelinggih agung yang memancarkan vibrasi kedamaian bagi siapa pun yang datang dengan niat suci.
Para penyuluh hadir untuk memastikan bahwa perjalanan spiritual ini mampu menangkap "energi" filosofis yang tertanam di setiap relief dan struktur candi. Mereka berperan sebagai penuntun, membantu umat menyelaraskan pikiran dan batin agar setiap doa yang dipanjatkan di pelataran Candi Gedong Songo benar-benar meresap ke dalam sanubari.
Salah satu Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Semarang, Lestari, menuturkan bahwa Candi Gedong Songo memiliki daya magis tersendiri dalam membentuk karakter umat.
"Candi Gedong Songo adalah laboratorium spiritual bagi kita semua. Kami mendampingi umat Karanganyar di sini agar mereka tidak hanya melihat batu-batu candi sebagai peninggalan masa lalu, tetapi melihatnya sebagai jejak nyata ajaran Dharma yang harus terus dihidupkan. Kami ingin setiap langkah mereka di kawasan ini menjadi proses pembelajaran untuk membentuk sikap hidup yang penuh kesadaran," ungkap Lestari di sela-sela kegiatan.
Melalui pendampingan ini, Candi Gedong Songo menjelma menjadi jembatan persaudaraan yang menghubungkan umat lintas daerah. Sinergi antara keanggunan situs sejarah dan bimbingan spiritual yang edukatif ini diharapkan dapat terus memperkokoh moderasi beragama. Kawasan Candi Gedong Songo kini tidak hanya menjadi destinasi ziarah, tetapi juga pusat penguatan mental spiritual yang melintasi batas-batas wilayah administratif.