Yogyakarta (Bimas Hindu) - Persiapan pelaksanaan Seleksi Utsawa Dharma Gita (UDG) Tingkat Provinsi Tahun 2027 mulai memasuki tahap pematangan. Ajang yang menjadi pintu awal penjaringan peserta terbaik untuk menghadapi Utsawa Dharma Gita Nasional tersebut mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak sebagai bagian dari upaya pelestarian seni keagamaan Hindu dan pembinaan generasi muda.
Hal itu terungkap dalam audiensi yang dilakukan pengurus Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Ahmad Bahiej, Kamis (11/6/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan Seleksi UDG Tingkat Provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Juni 2026 sekaligus koordinasi terkait kebutuhan sarana dan prasarana kegiatan.
Ketua LPDG DIY, Lutfiana Senen, mengatakan seleksi tingkat provinsi merupakan tahapan strategis dalam menyiapkan peserta terbaik yang nantinya akan mewakili daerah pada ajang Utsawa Dharma Gita Nasional di Palu, Sulawesi Tengah, pada 2027.
“Seleksi tingkat provinsi menjadi langkah awal yang sangat penting dalam mempersiapkan kontingen terbaik. Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan generasi Hindu agar semakin memahami, menghayati, dan melestarikan nilai-nilai ajaran agama melalui Dharma Gita,” ujar Lutfiana.
Menurutnya, pelaksanaan seleksi tahun ini akan mempertandingkan sembilan cabang lomba yang melibatkan peserta dari berbagai kategori. Karena itu, diperlukan dukungan fasilitas yang memadai agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung secara optimal.
Selain menyampaikan kesiapan pelaksanaan kegiatan, LPDG juga mengajukan penggunaan sejumlah fasilitas untuk mendukung penyelenggaraan seleksi. Dukungan tersebut dinilai penting mengingat kebutuhan ruang lomba yang cukup banyak serta perlengkapan penunjang lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Kakanwil Kemenag Provinsi DIY Ahmad Bahiej menyambut positif rencana pelaksanaan Seleksi Utsawa Dharma Gita. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam menjaga keberlanjutan tradisi keagamaan sekaligus memperkuat pembinaan umat Hindu melalui jalur budaya dan pendidikan.
“Kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat tentu perlu didukung bersama. Utsawa Dharma Gita bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga warisan nilai-nilai spiritual dan budaya keagamaan agar tetap hidup di tengah masyarakat,” katanya.
Ia juga memastikan dukungan yang diberikan tidak terbatas pada penggunaan ruangan, tetapi mencakup berbagai kebutuhan teknis yang diperlukan selama pelaksanaan kegiatan.
“Dukungan yang diberikan bersifat menyeluruh, mulai dari penggunaan fasilitas, akses lokasi, kesiapan listrik, area parkir, petugas keamanan, hingga sarana pendukung lainnya agar kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar,” tegas Ahmad Bahiej.
Ajang Utsawa Dharma Gita selama ini dikenal sebagai salah satu wahana pembinaan seni baca dan lantun kitab suci Hindu yang memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda. Selain mengasah kemampuan peserta dalam memahami teks-teks keagamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat identitas budaya dan spiritual umat Hindu.
Sinergi yang terbangun dalam persiapan kegiatan tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk menghadirkan seleksi yang berkualitas sekaligus melahirkan peserta-peserta terbaik yang siap bersaing di tingkat nasional. Lebih dari sekadar kompetisi, Utsawa Dharma Gita diharapkan menjadi ruang pembinaan yang mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap ajaran suci Hindu serta menjaga keberlanjutan tradisi Dharma Gita di masa mendatang.
#Bimas Hindu #UDG 2027 #LPDG #Hindu #Pembimas Hindu DIY