Ambon (Bimas Hindu) – Kampus dinilai memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai moderasi beragama dan kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda. Gagasan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam audiensi antara Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku dan Wakil Rektor III Bidang Alumni dan Kemahasiswaan Universitas Pattimura, Dr. Nur Aida Kubangun, di Ambon, Rabu (24/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan kerja sama di bidang pembinaan keagamaan, pengembangan karakter mahasiswa, serta program berbasis kepedulian lingkungan. Diskusi juga menyoroti pentingnya peran kampus dalam menumbuhkan nilai-nilai toleransi, moderasi, dan kebersamaan di tengah keberagaman.
Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, Wayan Shantika, menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kepekaan sosial dan kemampuan hidup di tengah keberagaman.
“Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan. Karena itu, penguatan moderasi beragama perlu terus dilakukan agar lahir generasi yang terbuka, menghargai perbedaan, dan mampu menjaga harmoni di tengah masyarakat yang majemuk,” kata Wayan.
Menurutnya, kampus menjadi ruang yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai toleransi karena mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya, agama, dan daerah. Dalam konteks tersebut, kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga keagamaan dinilai penting untuk memperkuat pembinaan karakter generasi muda.
Selain membahas moderasi beragama, pertemuan tersebut juga menyoroti pengembangan program ekoteologi yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan upaya pelestarian lingkungan hidup. Wayan menjelaskan bahwa ajaran agama memiliki landasan kuat dalam membangun kesadaran manusia untuk menjaga keseimbangan alam.
“Kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual. Karena itu, kampus memiliki posisi penting dalam menumbuhkan kesadaran tersebut kepada mahasiswa,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Wayan turut mengapresiasi komitmen Universitas Pattimura dalam menjaga kehidupan kampus yang harmonis melalui penyediaan fasilitas ibadah bagi berbagai pemeluk agama. Keberadaan rumah-rumah ibadah dalam satu kawasan kampus dinilai menjadi cerminan praktik toleransi yang tumbuh secara nyata dalam kehidupan akademik sehari-hari.
“Keberagaman di kampus ini tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga tercermin dalam kehidupan bersama yang saling menghormati. Ini merupakan contoh baik bagaimana nilai-nilai toleransi dapat tumbuh dan dijaga dalam lingkungan pendidikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Alumni dan Kemahasiswaan Universitas Pattimura, Dr. Nur Aida Kubangun, menyatakan bahwa pihak kampus terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang mendukung pengembangan mahasiswa, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter.
“Kami meyakini bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang capaian akademik. Karakter, kepedulian sosial, sikap toleran, dan kesadaran terhadap lingkungan juga menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan yang siap menghadapi tantangan masa depan,” katanya.
Pertemuan tersebut juga membahas penguatan berbagai kegiatan keagamaan dan kemahasiswaan Hindu yang selama ini berkembang di lingkungan kampus. Kedua pihak sepakat bahwa sinergi yang dibangun perlu terus diperkuat agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi mahasiswa dan masyarakat.
Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter. Karena itu, penguatan moderasi beragama, kepedulian lingkungan, dan nilai-nilai kebersamaan menjadi penting dalam menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman.
#Bimas Hindu #Pembimas Hindu Maluku #Hindu