Hari Suci Kuningan di Boyolali:

Momentum Introspeksi Diri, Bukti Tradisi Hindu Tetap Hidup dan Berkembang di Luar Bali

harmawacana yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Boyolali, Agung Puji Widoyo.

Boyolali (Bimas Hindu)– Perayaan Hari Suci Kuningan tidak hanya berlangsung semarak di Pulau Bali, tetapi juga dirayakan dengan penuh khidmat oleh umat Hindu di berbagai daerah Indonesia. Salah satunya tampak di Pura Agung Dharma Buana, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang menjadi pusat persembahyangan umat Hindu dari Kecamatan Ampel dan Gladagsari pada Sabtu (27/6/2026).

Sekitar 45 umat Hindu berkumpul untuk melaksanakan persembahyangan yang dipimpin oleh Pinandhita I Wayan Sutarja. Suasana penuh kekeluargaan dan rasa syukur mencerminkan bahwa semangat menjaga nilai-nilai Dharma tetap tumbuh kuat meskipun berada jauh dari Pulau Bali, tempat mayoritas umat Hindu Indonesia bermukim.

Perayaan Hari Suci Kuningan di Boyolali menjadi gambaran bahwa Hindu Nusantara terus berkembang secara inklusif. Pura tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang pemersatu umat untuk memperkuat spiritualitas, melestarikan budaya, dan membangun kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk.

Momentum persembahyangan kali ini juga diisi dengan Dharmawacana yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Boyolali, Agung Puji Widoyo. Dalam pesannya, ia mengajak umat memaknai Hari Suci Kuningan lebih dari sekadar tradisi tahunan.

Menurutnya, kemenangan Dharma atas Adharma tidak berhenti pada simbol dan ritual, tetapi harus diwujudkan dalam perubahan sikap dan perilaku sehari-hari.

"Hari Suci Kuningan merupakan waktu yang tepat untuk introspeksi, mengoreksi kekurangan, dan menata kembali kualitas diri agar menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bijaksana, dan berguna dalam kehidupan bermasyarakat."

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa makna terdalam Hari Suci Kuningan adalah kesempatan bagi setiap individu untuk mengevaluasi diri, memperkuat Sraddha dan Bhakti, serta menghadirkan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan keluarga, lingkungan, maupun masyarakat luas.

Ketua PHDI Ampel, Suhana, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Penyuluh Agama Hindu yang memberikan pembinaan kepada umat. Menurutnya, Dharmawacana seperti ini sangat penting dalam memperkokoh pemahaman keagamaan sekaligus mempererat persaudaraan umat Hindu di wilayah Boyolali.

Rangkaian persembahyangan ditutup dengan pemercikan tirta suci dan persembahan banten Kuningan sebagai ungkapan syukur atas anugerah keselamatan, kedamaian, dan kemakmuran dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Perayaan Hari Suci Kuningan di Boyolali menunjukkan bahwa nilai-nilai Hindu mampu tumbuh dan mengakar di berbagai daerah Indonesia. Di luar Pulau Bali, umat Hindu terus menjaga tradisi leluhur sekaligus menghadirkan ajaran Dharma sebagai inspirasi untuk membangun kehidupan yang damai, toleran, dan bermanfaat bagi sesama. Semangat inilah yang menjadikan Hari Suci Kuningan bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum untuk melahirkan pribadi-pribadi yang lebih arif, berkarakter, dan berkontribusi positif bagi bangsa.


Berita Daerah LAINNYA