Jepara (Bimas Hindu) - Pasraman Non Formal Radite Widya Jepara membekali generasi muda Hindu dengan pendidikan karakter, kepedulian terhadap lingkungan, serta literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui penyelenggaraan Pasraman Kilat 2026. Program ini menjadi upaya menyiapkan sumber daya manusia yang religius, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai ajaran Hindu.
Mengusung tema REVOLUSI (Religius, Kompak, Peduli Lingkungan, dan Berprestasi), kegiatan tersebut diikuti puluhan sisya dari jenjang TK hingga SMA. Berbagai aktivitas dirancang untuk memperkuat pemahaman keagamaan, membangun kepemimpinan, menumbuhkan semangat kolaborasi, serta membentuk karakter yang berintegritas.
Kepala Pasraman Non Formal Radite Widya Jepara, Dwi Astuti, S.Pd.H., mengatakan tema REVOLUSI dipilih sebagai fondasi pembinaan karakter generasi muda Hindu agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri.
"Tema REVOLUSI bukan sekadar slogan, tetapi karakter yang ingin kami tanamkan kepada seluruh sisya. Melalui Pasraman Kilat ini kami berharap lahir generasi yang religius, kompak, peduli terhadap lingkungan, dan mampu berprestasi sesuai potensi yang dimiliki," ujarnya.
Selain memperdalam nilai-nilai keagamaan melalui berbagai kegiatan edukatif, para peserta diajak mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana melalui aksi peduli lingkungan dengan membersihkan area pura dan pasraman. Mereka juga mengikuti yoga bersama sebagai upaya membangun keseimbangan fisik dan mental.
Menjawab tantangan era digital, Pasraman Kilat turut menghadirkan materi literasi teknologi yang mengenalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara bijak, aman, produktif, dan bertanggung jawab. Melalui sesi tersebut, peserta didorong memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar dan berkarya tanpa mengabaikan etika serta nilai moral.
Perwakilan Yayasan Radite Widya Dharma Jepara, Indarningsih, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan karakter memerlukan sinergi antara pasraman dan keluarga.
"Pendidikan agama harus terus berlanjut di rumah. Ketika pasraman dan keluarga berjalan seiring, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, peduli terhadap sesama, serta mampu memberikan prestasi terbaik bagi dirinya maupun umat," katanya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua PHDI Kabupaten Jepara, Ngarbianto, yang menilai Pasraman Radite Widya konsisten menghadirkan pendidikan yang memadukan pembinaan spiritual, karakter, kepedulian lingkungan, dan keterampilan menghadapi perkembangan zaman.
"Anak-anak inilah calon penerus umat Hindu. Mereka harus tumbuh menjadi generasi yang religius, menjaga persaudaraan, mencintai lingkungan, dan mampu berprestasi sehingga siap menghadapi tantangan masa depan," ujarnya.
Melalui Pasraman Kilat 2026, Pasraman Non Formal Radite Widya Jepara berharap dapat melahirkan generasi Hindu yang berkarakter kuat, berintegritas, peduli terhadap lingkungan, melek teknologi, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi umat, masyarakat, bangsa, dan negara.