Lampung Timur (Bimas Hindu) – Wakil Kecamatan Raman Utara yang akan berlomba pada Utsawa Dharma Gita (UDG) Tingkat Kabupaten Lampung Timur mengikuti pembinaan intensif sebagai bagian dari persiapan menghadapi ajang tersebut. Kegiatan yang berlangsung di SD Negeri 2 Rejo Binangun, Kecamatan Raman Utara, Minggu (26/7/2026), difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis, pendalaman nilai-nilai ajaran Hindu, serta penguatan mental peserta agar mampu tampil optimal saat kompetisi.
Kegiatan yang dipandu oleh Penyuluh Agama Hindu Nyoman Nurmala Dewi, S.Pd.H. dan Kadek Dwi Septiana, S.Pd.H., M.Pd. itu turut mendapat dukungan PHDI Kecamatan Raman Utara bersama para tokoh adat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan generasi muda Hindu yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik terhadap seni, sastra, dan nilai-nilai keagamaan Hindu.
Dalam pelaksanaannya, para peserta memperoleh pendampingan sesuai cabang lomba yang akan diikuti. Materi yang diberikan dirancang untuk meningkatkan kualitas penampilan sekaligus memperdalam pemahaman terhadap ajaran Hindu sehingga setiap penampilan tidak hanya unggul dari sisi teknis, tetapi juga mencerminkan penghayatan terhadap nilai-nilai dharma.
Pada cabang Dharma Wacana, Kadek Dwi Septiana membimbing peserta mulai dari kategori anak, remaja, hingga dewasa. Materi yang diberikan meliputi teknik berbicara di depan umum, penguasaan materi, pengaturan intonasi, ekspresi, penggunaan bahasa yang baik dan benar, hingga kemampuan membangun komunikasi yang efektif dengan audiens.
"Dharma Wacana bukan sekadar kemampuan berbicara di depan umum, tetapi bagaimana menyampaikan nilai-nilai ajaran Hindu secara jelas, komunikatif, dan mampu menginspirasi pendengar. Karena itu, peserta harus menguasai materi sekaligus memahami makna yang disampaikan," ujar Kadek Dwi Septiana.
Sementara itu, Nyoman Nurmala Dewi memberikan pendampingan pada cabang pembacaan Sloka. Ia menekankan pentingnya ketepatan pelafalan huruf Sanskerta, penguasaan intonasi, tempo, penghayatan, serta pemahaman terhadap makna setiap sloka agar peserta mampu menampilkan pembacaan yang baik sekaligus mencerminkan penghayatan terhadap ajaran suci Hindu.
"Ketepatan membaca sloka harus diiringi dengan pemahaman terhadap makna yang terkandung di dalamnya. Dengan begitu, peserta tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis, tetapi juga mampu menghayati nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam setiap bait sloka," katanya.
Pada cabang membaca Kakawin, Ida Bagus Rai Legawa, S.Pd. turut memberikan pendampingan mengenai teknik vokal, pengaturan nada dan irama, penghayatan, serta pemahaman terhadap pakem pembacaan Kakawin agar setiap peserta mampu menampilkan kemampuan terbaiknya sesuai kaidah sastra Hindu dan ketentuan perlombaan.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti sesi praktik, evaluasi, dan pendampingan secara langsung. Metode tersebut memberikan kesempatan bagi setiap peserta untuk memperbaiki teknik, meningkatkan rasa percaya diri, serta memantapkan kesiapan sebelum tampil pada ajang Utsawa Dharma Gita Tingkat Kabupaten Lampung Timur.
Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menyiapkan wakil terbaik Kecamatan Raman Utara pada ajang Utsawa Dharma Gita. Selain meningkatkan kesiapan menghadapi perlombaan, kegiatan tersebut turut memperkuat pelestarian seni, sastra, dan nilai-nilai keagamaan Hindu sebagai bekal membentuk generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan mampu menjadi duta budaya serta ajaran Hindu di tengah masyarakat.