Pembinaan Rohani Hindu di Rutan Menggala: Menumbuhkan Ikhlas, Introspeksi, dan Semangat Perubahan

Pembinaan Rohani Hindu di Rutan Menggala

Tulang Bawang (Bimas Hindu) - Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang terus memperkuat pelayanan keagamaan melalui kegiatan pembinaan rohani bagi warga binaan pemasyarakatan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Menggala, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh lima warga binaan beragama Hindu. Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas mental dan spiritual dengan menanamkan nilai-nilai Dharma sebagai pedoman dalam membangun karakter serta mempersiapkan perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik.

Pembinaan rohani disampaikan oleh Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Tulang Bawang, Ni Nyoman Novikasari dan Putu Bambang Juli Hermanto. Melalui kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai ajaran agama Hindu, pentingnya refleksi diri, serta motivasi untuk memperbaiki kualitas kehidupan melalui pengamalan nilai-nilai keagamaan.

Dalam penyampaiannya, Ni Nyoman Novikasari mengangkat kisah suci Ramayana sebagai sumber inspirasi dan teladan dalam menjalani kehidupan. Kisah tersebut menjadi sarana untuk menjelaskan bahwa setiap tindakan manusia memiliki konsekuensi sesuai dengan hukum Karma Phala.

Ia mengajak warga binaan untuk memahami bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah melalui kesadaran, keikhlasan, dan komitmen dalam menjalankan ajaran Dharma.

“Melalui pembinaan rohani ini, kami berharap warga binaan mampu menumbuhkan keikhlasan dalam menerima proses kehidupan, melakukan introspeksi secara berkelanjutan, serta menjadikan nilai-nilai ajaran Hindu sebagai pedoman untuk membangun masa depan yang lebih baik. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah sepanjang memiliki kemauan, keyakinan, dan komitmen dalam menjalankan Dharma,” ujar Ni Nyoman Novikasari.

Selain membahas nilai kehidupan dalam Ramayana, peserta juga diajak melakukan introspeksi terhadap perjalanan hidup yang telah dilalui. Pengalaman masa lalu diharapkan dapat menjadi pembelajaran untuk memperkuat kesadaran moral dan membangun perilaku yang lebih bertanggung jawab.

Sementara itu, Putu Bambang Juli Hermanto menyampaikan materi mengenai pentingnya memperkuat Śraddhā (keyakinan) dan Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai dasar dalam proses pembentukan diri.

Menurutnya, keyakinan yang kuat serta ketulusan dalam menjalankan ajaran agama akan membantu seseorang membangun karakter yang lebih baik, memiliki tanggung jawab, serta mampu kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.

“Penguatan spiritual menjadi bagian penting dalam proses perubahan diri. Dengan keyakinan dan pengamalan ajaran agama secara konsisten, seseorang dapat membangun kehidupan yang lebih bermakna serta memiliki arah yang lebih baik ke depan,” ungkap Putu Bambang.

Kegiatan pembinaan berlangsung secara tertib, kondusif, dan penuh antusiasme. Para peserta mengikuti materi dengan baik serta aktif dalam diskusi selama kegiatan berlangsung.

Melalui pembinaan rohani yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang berkomitmen menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif dan humanis bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan.

Pembinaan spiritual tersebut diharapkan mampu menjadi sarana pembentukan karakter, penguatan nilai moral, serta mendorong warga binaan untuk menjalani proses perubahan diri sehingga siap kembali berperan positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Berita Daerah LAINNYA