Pembinaan Umat Hindu di Lampung Tengah: Penyuluh Hindu Tekankan Yadnya sebagai Penopang Kehidupan

Pembinaan Umat Hindu di Lampung Tengah: Penyuluh Hindu Tekankan Yadnya sebagai Penopang Kehidupan

Lampung Tengah (Bimas Hindu) - Upaya memperkuat pemahaman ajaran Hindu terus dilakukan melalui kegiatan pembinaan umat yang digelar di Karang Endah pada Minggu (19/4/2026). Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah, I Ketut Ginada, hadir memberikan pembinaan dengan mengusung tema “Yadnya sebagai Penopang Kehidupan” yang diikuti umat dengan penuh perhatian dan semangat kebersamaan.

Dalam arahannya, I Ketut Ginada menekankan bahwa yadnya tidak semata dipahami sebagai rangkaian upacara keagamaan, melainkan sebagai fondasi nilai yang menuntun manusia dalam menjalani kehidupan secara seimbang. Ia menguraikan bahwa esensi Yadnya terletak pada ketulusan hati dalam memberi, semangat berkorban, serta kesadaran akan tanggung jawab terhadap Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Ia juga mengingatkan bahwa harmoni hidup tidak lahir dari simbol-simbol ritual semata, tetapi dari sikap nyata yang mencerminkan nilai pengabdian tanpa pamrih. Oleh karena itu, umat didorong untuk menghadirkan semangat Yadnya dalam perilaku sehari-hari, baik dalam hubungan sosial maupun dalam menjaga kelestarian alam.

Lebih lanjut, konsep Panca Yadnya disampaikan sebagai pedoman yang menyeluruh dalam praktik kehidupan umat Hindu. Mulai dari Dewa Yadnya sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Pitra Yadnya sebagai penghormatan kepada leluhur, Rsi Yadnya sebagai bentuk penghargaan kepada para guru, Manusa Yadnya sebagai kepedulian terhadap sesama, hingga Bhuta Yadnya sebagai upaya menjaga keseimbangan dengan alam semesta.

Pembinaan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan spiritual bagi umat Hindu agar tidak hanya memahami ajaran secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya secara konsisten. Dengan pemahaman yang lebih utuh, nilai Yadnya diharapkan dapat hadir sebagai kekuatan moral yang menopang terciptanya kehidupan yang rukun, seimbang, dan berkelanjutan.


Berita Daerah LAINNYA