Konawe (Bimas Hindu) – Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Konawe mendorong remaja Hindu memanfaatkan masa sekolah sebagai ruang untuk menuntut ilmu, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Remaja Hindu di SMP Negeri 1 Tongauna Utara, Jumat (7/8/2026), yang diikuti 16 siswa-siswi Hindu.
Kegiatan menghadirkan Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Konawe Dewa Ayu Made Santika Dewi bersama Penyuluh Agama Hindu KUA Kecamatan Tongauna Agus Ariadi sebagai narasumber. Materi yang diberikan mengangkat Catur Asrama, dengan penekanan pada Brahmacari Asrama, yaitu tahap kehidupan yang berfokus pada proses belajar dan pembentukan diri.
Dalam bimbingan tersebut, para peserta diajak memahami bahwa masa remaja merupakan fase penting untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan potensi diri. Masa sekolah juga perlu diisi dengan kegiatan yang mendukung cita-cita dan membangun kesiapan menghadapi tahapan kehidupan berikutnya.
Penyuluh Agama Hindu Dewa Ayu Made Santika Dewi menjelaskan bahwa pemahaman mengenai Brahmacari penting diberikan kepada remaja agar mereka memiliki arah dalam menjalani masa pendidikan.
“Brahmacari merupakan masa untuk menuntut ilmu dan membentuk diri. Karena itu, masa sekolah perlu dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh untuk belajar, menjaga pergaulan, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan masa depan sesuai dengan nilai-nilai Dharma,” ujarnya.
Selain pemahaman keagamaan, peserta diberikan penguatan mengenai pentingnya membangun pergaulan yang sehat dan mengambil keputusan secara bijak. Remaja juga diajak menyusun cita-cita serta memahami bahwa pendidikan dan pembentukan karakter merupakan bekal penting sebelum memasuki kehidupan berumah tangga dan bermasyarakat.
Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari edukasi kepada remaja mengenai risiko pernikahan dini. Dengan memiliki pemahaman tentang tahapan kehidupan dalam Catur Asrama, para siswa diharapkan mampu menjalani fase pendidikan secara optimal sebelum memasuki tahapan kehidupan berikutnya.
Penyuluh Agama Hindu KUA Kecamatan Tongauna Agus Ariadi menekankan bahwa ajaran agama dapat menjadi pedoman bagi remaja dalam menentukan sikap dan membangun masa depan.
“Remaja perlu memiliki tujuan yang jelas dalam menjalani masa pendidikan. Belajar dengan tekun, menjaga pergaulan, dan mengembangkan kemampuan merupakan bentuk nyata menjalankan kewajiban pada masa Brahmacari,” katanya.
Kegiatan berlangsung dengan melibatkan peserta secara aktif dalam memahami materi dan mengaitkannya dengan kehidupan mereka sebagai pelajar. Pembinaan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk melihat ajaran Catur Asrama bukan hanya sebagai pengetahuan keagamaan, tetapi sebagai pedoman dalam menjalani setiap tahap kehidupan.
Melalui Bimbingan Remaja Hindu, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Konawe memperluas pembinaan kepada generasi muda dengan menempatkan pendidikan, karakter, dan kesiapan masa depan sebagai bagian penting dari pengamalan Dharma. Pendekatan ini diharapkan membantu remaja Hindu menjalani masa Brahmacari secara optimal sebelum memasuki tahapan kehidupan berikutnya.
Kontributor : I Made Juni Saputra