Pendidikan dan Spiritualitas Dinilai Penting dalam Membentuk Generasi Muda Hindu Berkualitas

Pendidikan dan Spiritualitas Dinilai Penting dalam Membentuk Generasi Muda Hindu Berkualitas

Kupang (Bimas Hindu) - Penyuluh Agama Hindu pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pancami T.S. Samosir memberikan pembinaan kepada generasi muda Hindu di Pura Agung Giri Kertha Bhuana, Kupang, Jumat (16/5/2026). Kegiatan tersebut menyoroti pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia Hindu dalam menyongsong bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Pembinaan yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 1 Kupang itu diikuti guru agama Hindu bersama siswa-siswi Hindu dalam suasana edukatif dan interaktif. Kegiatan difokuskan pada penguatan karakter, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan keterampilan generasi muda Hindu di tengah dinamika perkembangan zaman.

Dalam arahannya, Pancami T.S. Samosir menegaskan bahwa generasi muda Hindu memiliki posisi strategis sebagai penentu masa depan umat dan bangsa. Menurutnya, bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada periode 2030 hingga 2040 harus dipersiapkan melalui peningkatan kualitas pendidikan formal maupun penguatan kompetensi nonformal sejak dini.

“Penting bagi generasi Hindu untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman. Pendidikan formal harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter, etika, dan spiritualitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada masa Brahmacari Asrama generasi muda perlu membangun keseimbangan antara pengetahuan spiritual (parawidya) dan pengetahuan duniawi (aparawidya). Keduanya dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat global.

“Pada masa Brahmacari Asrama pentingnya bekal pengetahuan dalam mengarungi kehidupan ini dengan meningkatkan pengetahuan parawidya dan aparawidya yang dilakukan secara bersama-sama. Seorang fisikawan besar Albert Einstein pernah berkata, ‘Ilmu tanpa agama adalah buta, agama tanpa ilmu adalah lumpuh.’ Sains membutuhkan landasan moral dari agama, sementara agama membutuhkan sains untuk memahami keteraturan alam ini,” ungkap Pancami.

Menurutnya, penguatan pendidikan agama tidak hanya berperan dalam membentuk kecerdasan spiritual, tetapi juga menjadi pondasi moral bagi generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.

Selain menjadi ruang pembinaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memotivasi siswa-siswi Hindu untuk terus mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik maupun keterampilan praktis, sebagai bekal menghadapi masa depan.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya membangun generasi muda Hindu yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter serta nilai spiritual yang kuat untuk mendukung kemajuan bangsa di era modern.

 

#Bimas Hindu #Penyuluh Hindu NTT


Berita Daerah LAINNYA