Inilah Sifat yang Perlu Dipupuk Anggota Polri Menurut Ajaran Hindu

Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, Agung Katono, S.H., menyampaikan materi tentang pengendalian Tri Guna dalam kegiatan Bimbingan Rohani dan Mental (Binrohtal) bagi personel Polri beragama Hindu di Polda Maluku

Ambon, Maluku (Bimas Hindu) Apa yang membuat seorang anggota Polri mampu menjalankan tugas secara profesional sekaligus tetap menjunjung tinggi integritas? Menurut ajaran Hindu, jawabannya terletak pada kemampuan mengembangkan sifat Satwam, yaitu sifat yang mencerminkan kemurnian hati, kebijaksanaan, dan pengendalian diri. Nilai inilah yang menjadi penekanan dalam kegiatan Bimbingan Rohani dan Mental (Binrohtal) bagi personel Polri beragama Hindu di Polda Maluku.

Pesan tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, Agung Katono, S.H., pada Kamis (23/7/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 20 personel Polri itu mengangkat tema "Membangun Mentalitas Bhayangkara Melalui Pengendalian Tri Guna."

Dalam pembinaannya, Agung Katono menjelaskan bahwa pembentukan mentalitas Bhayangkara tidak hanya ditentukan oleh kecakapan menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga oleh kualitas karakter yang dibangun melalui nilai-nilai Dharma. Salah satu ajaran yang relevan adalah Tri Guna, yakni tiga sifat dasar yang memengaruhi pikiran, sikap, dan perilaku manusia, yaitu Satwam, Rajas, dan Tamas.

Ia menjelaskan bahwa Satwam merupakan sifat yang perlu terus dipupuk oleh setiap anggota Polri. Sifat ini melahirkan pribadi yang jujur, adil, disiplin, bijaksana, serta mengutamakan kepentingan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas. Dengan mengembangkan Satwam, anggota Polri diharapkan mampu menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang bekerja secara profesional sekaligus berlandaskan nilai-nilai moral.

Di sisi lain, sifat Rajas juga memiliki peran penting apabila diarahkan secara benar. Semangat, keberanian, dan dinamika yang terkandung di dalamnya dapat menjadi energi positif untuk meningkatkan etos kerja, semangat pengabdian, dan ketegasan dalam mengambil keputusan.

Sebaliknya, sifat Tamas harus senantiasa dikendalikan agar tidak berkembang menjadi kemalasan, kebodohan, sikap emosional, penyalahgunaan wewenang, maupun perilaku yang bertentangan dengan etika profesi kepolisian. Pengendalian terhadap ketiga sifat tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun karakter Bhayangkara yang berintegritas.

"Pengendalian Tri Guna merupakan proses pembinaan karakter yang harus dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan sradha dan bhakti, disiplin spiritual, introspeksi diri, serta pelaksanaan ajaran Dharma dalam kehidupan sehari-hari," jelas Agung Katono.

Selain penyampaian materi, kegiatan Binrohtal juga diisi dengan pembacaan sloka suci, refleksi nilai-nilai keagamaan, serta diskusi interaktif mengenai penerapan ajaran Tri Guna dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam sesi tanya jawab yang membahas berbagai tantangan moral dan etika yang dihadapi anggota Polri di lapangan.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama melalui Penyuluh Agama Hindu terus memperkuat pembinaan mental dan spiritual aparatur negara. Diharapkan, nilai-nilai Dharma semakin tertanam dalam diri setiap personel Hindu di Polda Maluku sehingga mampu membentuk Bhayangkara yang profesional, humanis, dan berintegritas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Berita Daerah LAINNYA