Kemenag Berdampak

Tanamkan Nilai Dharma, Penyuluh Agama Hindu Perkuat Integritas Personel Polda Maluku

Penyuluh Agama Hindu Agung Kartono, S.H. memberikan Bimbingan Rohani dan Mental (Binrohtal) bertema "Melayani dengan Dharma, Bekerja dengan Karma" yang digelar di Mapolda Maluku.

Ambon (Bimas Hindu)– Integritas aparat penegak hukum tidak hanya dibangun melalui peningkatan kompetensi dan penegakan disiplin, tetapi juga melalui pembinaan mental dan spiritual yang berkelanjutan. Berangkat dari semangat tersebut, Penyuluh Agama Hindu Agung Kartono, S.H. mengajak personel Polda Maluku yang beragama Hindu menjadikan Dharma sebagai landasan pelayanan dan Karma sebagai etos kerja dalam mengemban tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Rohani dan Mental (Binrohtal) bertema "Melayani dengan Dharma, Bekerja dengan Karma" yang digelar di Mapolda Maluku, Kamis (2/7/2026). Melalui pembinaan ini, nilai-nilai agama Hindu dihadirkan sebagai fondasi untuk memperkuat karakter personel agar tetap menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, serta profesionalisme di tengah kompleksitas tantangan tugas kepolisian.

Dalam penyampaian materinya, Agung Kartono menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat merupakan implementasi nyata ajaran Dharma yang harus diwujudkan dalam setiap tindakan anggota Polri.

"Menjadi anggota Polri bukan hanya tentang menjalankan tugas sesuai aturan, tetapi juga tentang menjalankan Dharma sebagai panggilan pengabdian. Ketika kita melayani dengan kejujuran, disiplin, ketulusan, dan rasa tanggung jawab, sesungguhnya kita sedang mengamalkan nilai-nilai luhur agama. Sementara Karma mengajarkan bahwa setiap keputusan dan tindakan yang kita ambil akan membawa konsekuensi, sehingga setiap anggota Polri harus selalu bekerja dengan hati nurani, penuh integritas, dan mengutamakan kepentingan masyarakat," ujar Agung Kartono.

Menurutnya, profesionalisme tidak cukup diukur dari kemampuan teknis semata. Integritas justru lahir ketika setiap personel mampu mengendalikan pikiran, menjaga ucapan, dan menyempurnakan tindakan sesuai ajaran Hindu. Dengan demikian, pelayanan yang diberikan tidak hanya memenuhi standar institusi, tetapi juga menjadi wujud pengabdian yang bernilai spiritual.

Kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama sebagai bentuk penyucian diri dan doa memohon tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar seluruh personel diberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan keselamatan dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara. Momentum spiritual ini menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada institusi, tetapi juga kepada Tuhan dan nilai-nilai moral yang menjadi landasan kehidupan.

Para peserta mengikuti pembinaan dengan antusias dan aktif berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Forum tersebut menjadi ruang refleksi bersama untuk memahami bagaimana nilai-nilai Dharma dan Karma dapat diterapkan dalam menghadapi dinamika pelayanan publik yang semakin kompleks.

Kegiatan Binrohtal ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Penyuluh Agama Hindu dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan instansi pemerintah. Melalui pembinaan yang menyentuh aspek spiritual, diharapkan lahir insan Bhayangkara yang berintegritas, humanis, dan mampu memberikan pelayanan publik yang profesional serta berorientasi pada kepentingan masyarakat. Sejalan dengan semangat Kementerian Agama Berdampak, pembinaan keagamaan tidak hanya memperkokoh kehidupan beragama, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi terbangunnya budaya kerja yang beretika, berintegritas, dan melayani.


Berita Daerah LAINNYA