Yogyakarta (Bimas Hindu) – Penyuluh agama lintas agama di Daerah Istimewa Yogyakarta menyatukan langkah untuk memperkuat pelayanan keagamaan sekaligus merespons tantangan perkembangan informasi digital melalui Rapat Koordinasi Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) DIY Semester I Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Senin (29/6/2026), itu diikuti para Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, perwakilan penyuluh agama kabupaten/kota, serta jajaran pengurus IPARI DIY.
Rapat koordinasi difokuskan pada evaluasi pelaksanaan program kerja semester pertama, penyusunan agenda organisasi ke depan, serta penguatan koordinasi antarpenyuluh agama. Berbagai pengalaman lapangan turut dibahas sebagai bahan penyempurnaan pola pembinaan masyarakat yang lebih adaptif terhadap dinamika sosial dan perkembangan teknologi.
Ketua Tim Penyuluh Kanwil Kementerian Agama DIY, Nur Ahmad Ghojali, menegaskan bahwa penyuluh agama memegang peran penting dalam menjaga ketahanan sosial melalui penguatan nilai-nilai kerukunan. Menurutnya, tugas penyuluh tidak berhenti pada penyampaian materi keagamaan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk hidup berdampingan secara damai.
"Penyuluh agama memiliki peran strategis dalam menjaga Trilogi Kerukunan, yaitu kerukunan sesama umat manusia, kerukunan dengan alam, dan kerukunan dengan Tuhan. Ketiganya menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan berkelanjutan," ujar Nur Ahmad Ghojali.
Selain membahas program organisasi, perhatian peserta juga tertuju pada tantangan penyebaran informasi di ruang digital. Ketua Majelis Kehormatan Etik IPARI, Nurhuda, mengingatkan bahwa penyuluh agama harus mampu menjadi rujukan masyarakat dalam menyampaikan informasi yang akurat, menenangkan, dan mendorong persatuan di tengah derasnya arus informasi.
"Di era digital hari ini, kita harus cerdas memilah informasi. Apa yang baik, bermanfaat, dan membawa dampak positif itulah yang layak untuk diviralkan. Penyuluh agama harus menjadi contoh dalam menghadirkan narasi yang menyejukkan masyarakat," tegasnya.
Kesepakatan yang dihasilkan dalam rapat tersebut akan menjadi pijakan bersama bagi penyuluh agama lintas agama di DIY dalam menjalankan program pembinaan selama semester berikutnya. Melalui koordinasi yang semakin solid, IPARI DIY menargetkan pelayanan keagamaan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman.
#Bimas Hindu #Penyuluh Hindu DIY #Pembinas Hindu DIY