Perkuat Layanan Keagamaan Berdampak: Sosialisasi Juknis Pembayaran TPG Widyalaya Sasar Guru di Nusa Tenggara Timur

Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT menggelar sosialisasi krusial bagi para pendidik

Kupang (BIMAS HINDU) - Dalam upaya memperkuat tata kelola layanan keagamaan yang transparan dan akuntabel, Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT menggelar sosialisasi krusial bagi para pendidik. Kegiatan ini difokuskan pada pembedahan Petunjuk Teknis (Juknis) Pembayaran Tunjangan Profesi bagi Guru dan Kepala Widyalaya di lingkungan Adi Widyalaya Saraswati Kupang, Senin (11/05).

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Pembimas Hindu Provinsi NTT, I Ketut Suji, S.Ag., M.Si, didampingi Plt. Penyelenggara Bimas Hindu, Pratama Bawa Agung Prakarsa Samosir, S.Ag, serta jajaran ASN Bimas Hindu Provinsi NTT.

Sosialisasi ini merupakan langkah responsif menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Nomor 5 Tahun 2026 mengenai Relaksasi Persyaratan Administratif Pelaksanaan Pembayaran Tunjangan Profesi Guru. Regulasi terbaru ini menjadi komitmen pemerintah dalam memastikan hak-hak tenaga pendidik terpenuhi melalui prosedur yang tepat.

Dalam arahannya, I Ketut Suji menekankan bahwa pemahaman mendalam terhadap regulasi adalah kunci kelancaran hak guru. "Kami ingin memastikan para guru Widyalaya memahami setiap tahapan prosedur dan persyaratan yang ada. Tujuannya agar sejak proses kelengkapan administrasi, verifikasi, hingga pencairan nanti dapat berjalan mulus tanpa hambatan sesuai regulasi yang berlaku," tegas Pembimas Hindu.

Lebih lanjut, Tim Teknis Bimas Hindu memberikan bimbingan praktis mengenai pengelolaan data digital. Para guru penerima tunjangan diinstruksikan untuk proaktif melakukan pemutakhiran data pada aplikasi EMIS dan Simpatika. Hal ini menjadi syarat mutlak dalam pemrosesan Nomor Registrasi Guru (NRG) serta penerbitan SK Analisis Kelayakan Penerima Tunjangan (AKPT) dengan status valid.

"Akurasi data pada sistem Simpatika dan EMIS adalah pintu masuk utama. Validitas data ini sangat menentukan ketepatan sasaran pemberian tunjangan profesi," tambah Tim Teknis.

Melalui sosialisasi ini, Bimas Hindu NTT berharap tercipta pemahaman komprehensif di tingkat akar rumput. Dengan tertibnya administrasi, diharapkan pemberian tunjangan profesi tidak hanya menjadi bentuk apresiasi finansial bagi guru, tetapi juga menjadi pemantik semangat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agama Hindu bagi generasi muda di NTT.

Transformasi layanan digital dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi pilar utama Bimas Hindu NTT dalam mewujudkan layanan keagamaan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan umat dan tenaga pendidik.


Berita Daerah LAINNYA