Malang (BIMAS HINDU) – Kelompok Kerja Penyuluh Agama Hindu Provinsi Jawa Timur terus berupaya mengoptimalkan kualitas pelayanan dan pembinaan umat. Langkah nyata ini diwujudkan melalui gelaran Sarasehan Penyuluh Agama Hindu se-Jawa Timur yang dilangsungkan di Pura Sambi Agung Sapto Argo, Kabupaten Malang, pada Jumat (19/06/2026).
Kegiatan yang diagendakan bergulir selama dua hari ini menghimpun seluruh penyuluh agama Hindu di wilayah Jawa Timur, baik yang berstatus PNS maupun PPPK. Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga difungsikan sebagai media komunikasi strategis untuk menyelaraskan visi antarpenyuluh di lapangan.
Ketua Pokjaluh Provinsi Jawa Timur, I Made Budi Astika, menegaskan bahwa kemandirian menjadi napas utama dalam kegiatan tersebut. Berdasarkan laporannya, sarasehan ini sepenuhnya terlaksana secara swadaya melalui kontribusi gotong royong dari para penyuluh. Selain menjadi wadah simakrama, pertemuan ini difokuskan untuk merancang program kerja masa depan, menggelar aksi bakti sosial, hingga agenda puncak berupa reorganisasi kepengurusan Pokjaluh yang baru.
Kehadiran para abdi umat ini mendapat apresiasi penuh dari Ketua PHDI Kabupaten Malang, Istianah. Ia menilai kontribusi penyuluh sangat vital, tidak hanya dalam urusan pembinaan spiritual, tetapi juga dalam membangun iklim kolaborasi yang solid dengan berbagai lembaga keagamaan di wilayah Malang.
Acara sarasehan dibuka secara resmi oleh Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Budiono, didampingi Penyelenggara Hindu Kantor Kemenag Kabupaten Malang, Kudari. Dalam momen tersebut, Budiono merangkum poin-poin instruksinya ke dalam sebuah pesan mendalam yang harus dipegang teguh oleh setiap penyuluh.
"Walaupun saat ini kita tengah menghadapi tantangan berupa efisiensi anggaran, semangat pembinaan umat sama sekali tidak boleh mengendur dan harus terus berjalan maksimal. Jadikan forum sarasehan ini sebagai ruang belajar bersama untuk saling bertukar pikiran dan pengalaman. Saya meminta dengan tegas agar seluruh penyuluh selalu menghadirkan pelayanan prima, mempermudah urusan keagamaan umat, dan berani mengambil peran untuk melatih lembaga keagamaan dalam menggerakkan pemberdayaan ekonomi. Di atas segalanya, seorang penyuluh dituntut untuk senantiasa menjadi teladan dan panutan yang baik di tengah-tengah masyarakat," urai Budiono.
Usai memberikan pesan bernada optimisme dan instruksi pengabdian tersebut, Pembimas Hindu secara resmi membuka jalannya sarasehan yang kemudian langsung disusul dengan rangkaian diskusi keagamaan.