Banyuwangi (Bimas Hindu) - Perayaan Hari Suci Galungan dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada umat Hindu. Dalam rangka memperingati Hari Suci Galungan, enam Aparatur Sipil Negara (ASN) Hindu ditugaskan untuk memberikan pendampingan, pelayanan, dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Banyuwangi.
Penugasan tersebut dilakukan oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyuwangi melalui Penyelenggara Hindu, Oksan Wibowo. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen menghadirkan layanan keagamaan yang lebih dekat dengan umat sekaligus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Hari Suci Galungan.
Penyelenggara Hindu Kabupaten Banyuwangi, Oksan Wibowo, mengatakan bahwa pembinaan yang dilakukan tidak hanya bertujuan mendukung kelancaran pelaksanaan rangkaian upacara keagamaan, tetapi juga mengajak umat untuk memahami makna Galungan secara lebih mendalam.
“Hari Suci Galungan merupakan momentum yang sangat sakral bagi umat Hindu. Melalui kegiatan pembinaan ini, kami ingin mengajak umat untuk semakin memahami makna Galungan sebagai kemenangan Dharma melawan Adharma, sekaligus memperkuat sraddha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujarnya.
Menurut Oksan, Galungan bukan sekadar perayaan ritual yang datang setiap 210 hari berdasarkan perhitungan Pawukon, melainkan pengingat bagi umat Hindu untuk terus meneguhkan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari. Semangat Galungan mengajarkan pentingnya kemenangan atas berbagai sifat negatif yang dapat menghambat perkembangan spiritual manusia.
Dalam ajaran Hindu, kemenangan sejati dimaknai sebagai keberhasilan mengendalikan Sad Ripu, yaitu enam musuh dalam diri manusia yang terdiri atas Kama (nafsu yang tidak terkendali), Lobha (keserakahan), Krodha (kemarahan), Moha (keterikatan duniawi), Mada (kesombongan), dan Matsarya (iri hati atau dengki). Pengendalian terhadap sifat-sifat tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis dan berlandaskan Dharma.
Melalui pembinaan yang dilaksanakan di berbagai wilayah, umat diajak untuk memaknai Hari Suci Galungan tidak hanya sebagai pelaksanaan yadnya secara ritual, tetapi juga sebagai momentum introspeksi diri dan penguatan kualitas spiritual. Nilai-nilai yang terkandung dalam Galungan diharapkan mampu diwujudkan dalam kehidupan keluarga, lingkungan sosial, maupun aktivitas sehari-hari.
Kehadiran ASN Hindu di tengah masyarakat juga menjadi wujud pelayanan keagamaan yang berorientasi pada kebutuhan umat. Selain memberikan pembinaan dan pendampingan, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis dan penuh toleransi.
Pembinaan yang dilaksanakan pada momentum Hari Suci Galungan menunjukkan bahwa penguatan kehidupan keagamaan tidak berhenti pada pelaksanaan ritual semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana memperdalam pemahaman umat terhadap ajaran Hindu agar nilai-nilai Dharma dapat diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
#Bimas Hindu #Hindu #Penyelenggara Hindu Banyuwangi #Galungan