Lombok Barat (BIMAS HINDU) – Libur sekolah bagi generasi muda Hindu di Kabupaten Lombok Barat tidak lagi sekadar waktu untuk bersantai. Sejak Rabu (01/07/2026), Pasraman Gita Suranadi menjadi kawah candradimuka bagi 68 sisya dari sembilan pasraman se-Kabupaten Lombok Barat yang berkumpul dalam Mejapa Camp 2026. Selama tiga hari hingga 3 Juli nanti, mereka ditempa bukan hanya dalam aspek intelektual, tetapi juga kedalaman spiritual dan karakter.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Perkumpulan Pendidik Pasraman Indonesia (P3I) Kabupaten Lombok Barat ini resmi dibuka oleh Kasi Bimas Hindu Kabupaten Lombok Barat, Ketut Edi Ariawan. Dalam suasana penuh kekeluargaan, turut hadir pula jajaran pengurus P3I Kabupaten Lombok Barat dan Ketua PHDI Kabupaten Lombok Barat yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya inisiatif positif ini. Kehadiran para tokoh ini menegaskan kuatnya sinergi antara Bimas Hindu, PHDI, dan para pendidik dalam memastikan pendidikan karakter terus terjaga di luar ruang kelas formal.
Ketua Panitia menyampaikan bahwa Mejapa Camp dirancang sebagai ruang belajar yang menyenangkan sekaligus menjadi wadah untuk merajut persaudaraan di antara para sisya. Hal ini selaras dengan visi Ketua P3I Kabupaten Lombok Barat yang memandang kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pendidikan pasraman, di samping program-program pengembangan bakat dan kreativitas lainnya.
Mengusung tema "Satu Hati untuk Berkembang dalam Pengetahuan," para peserta mendalami materi-materi yang relevan dengan tantangan zaman. Mereka tidak hanya belajar tentang teori agama Hindu dan nilai-nilai bhakti, tetapi juga diajak mempraktikkan meditasi untuk mengasah kecerdasan dan konsentrasi. Selain itu, aspek krusial seperti kepemimpinan dan edukasi anti-perundungan (anti-bullying) menjadi fokus penting dalam pembentukan mental generasi muda.
Ketua PHDI Kabupaten Lombok Barat menilai bahwa kesederhanaan perhelatan ini tidak mengurangi esensi besarnya. Baginya, Mejapa Camp adalah investasi berharga untuk memperkuat fondasi spiritual siswa di masa emas pertumbuhan mereka. Senada dengan hal tersebut, Kasi Bimas Hindu Kabupaten Lombok Barat, Ketut Edi Ariawan, mengungkapkan dukungan penuhnya dalam sambutan pembuka.
"Mejapa Camp bukan sekadar kegiatan mengisi waktu libur sekolah, tetapi merupakan sarana pembentukan karakter, peningkatan pengetahuan keagamaan, dan penguatan nilai-nilai spiritual generasi muda Hindu. Kami sangat mengapresiasi inisiatif P3I Kabupaten Lombok Barat dalam menyelenggarakan kegiatan ini," ujar Ketut Edi Ariawan.
Melalui Mejapa Camp 2026, diharapkan akan lahir generasi Hindu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan yang matang dan rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Lebih dari sekadar perhelatan edukatif, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkokoh persaudaraan serta meneguhkan komitmen bersama dalam mengamalkan ajaran Dharma di tengah masyarakat, menjadikan generasi muda Hindu sebagai penggerak perubahan yang berakhlak mulia.