SETIAKIN Negeri Pertama di Indonesia Resmi Dibangun, Simbol Kerukunan dan Moderasi Beragama di Bangka Belitung

SETIAKIN Negeri Pertama di Indonesia Resmi Dibangun, Simbol Kerukunan dan Moderasi Beragama di Bangka Belitung

Pangkalpinang (Bimas Hindu) - Menteri Agama, Nasaruddin Umar, meresmikan Sekolah Tinggi Agama Konghucu Indonesia Negeri (SETIAKIN) pertama di Indonesia yang berlokasi di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam penyediaan pendidikan tinggi keagamaan yang inklusif dan berkesetaraan bagi seluruh umat beragama, Selasa (19/11/2025).

Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan pentingnya kehadiran SETIAKIN dalam meningkatkan kualitas moral dan spiritual masyarakat Indonesia.

“Kita berharap peresmian ini dapat membantu pemerintah untuk menciptakan kesadaran moral dan spiritual masyarakat Bangsa Indonesia,” ujar Menag.

“Jika kesadaran itu tumbuh secara menyeluruh, kedamaian, keakraban, dan kerukunan akan tercipta, bahkan dapat menjadi contoh bagi dunia internasional.”

Menag juga menekankan bahwa keberagaman Indonesia merupakan kekuatan yang perlu dijaga dan ditunjukkan kepada dunia.

“Budaya kita plural, tetapi kita mampu menunjukkan bahwa hidup damai dalam perbedaan adalah kenyataan yang dapat diwujudkan,” tambahnya.

Terkait kemungkinan pendirian kampus serupa di wilayah lain, Menag menyatakan bahwa hal tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

“Pengembangan sekolah ini di daerah lain tergantung kebutuhan dan kemampuan kita,” jelasnya.

Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija, menyampaikan apresiasi mendalam atas selesainya pembangunan ini. Dalam pernyataannya dijelaskan bahwa kehadiran SETIAKIN bukan hanya menjadi kebanggaan umat Konghucu, tetapi juga mempertegas komitmen negara dalam memberikan akses pendidikan keagamaan yang berkeadilan, berkualitas, dan moderat.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas selesainya pembangunan SETIAKIN pertama di Indonesia oleh Kementerian PUPR. Kehadiran SETIAKIN di Pangkalpinang menjadi tonggak bersejarah bagi saudara-saudara umat Konghucu dan memperkuat komitmen negara menghadirkan layanan pendidikan keagamaan yang setara, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh warga bangsa,” ungkapnya.

Menurut Prof. I Nengah Duija, lokasi SETIAKIN yang berdekatan dengan tempat ibadah umat Buddha dan Hindu merupakan gambaran nyata bagaimana keberagaman tumbuh dalam suasana saling menghormati dan harmonis. Hal ini sekaligus mencerminkan ekosistem moderasi beragama yang kuat di Bangka Belitung.

Kehadiran SETIAKIN mempertegas bahwa negara hadir untuk semua, mendorong dialog lintas agama, serta memperkaya khazanah pendidikan keagamaan di Tanah Air,” lanjutnya.

Ditjen Bimas Hindu juga memberikan apresiasi kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar atas kepemimpinan yang memperkuat sinergi antar-lembaga dalam menyediakan layanan pendidikan keagamaan yang berkeadilan dan inklusif.

“Semoga SETIAKIN menjadi pusat pembelajaran yang melahirkan generasi cendekia Konghucu yang moderat, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi Indonesia Maju,” tutupnya.


Berita Daerah LAINNYA