Bangli (Bimas Hindu) – Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan nilai-nilai agama, budaya, dan Tridharma Perguruan Tinggi melalui penyelenggaraan Matatah Massal Gratis. Kegiatan perdana ini digelar pada Selasa (30/6/2026) di Auditorium Giri Prasta, Kabupaten Bangli, dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Bangli.
Sebanyak 31 peserta dari berbagai daerah di Bali hingga luar Bali mengikuti upacara Manusa Yadnya ini tanpa dipungut biaya. Bahkan, beberapa peserta merupakan anak yatim piatu yang selama ini terkendala biaya untuk melaksanakan kewajiban adat dan agama.
Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, SST.Par., M.I.Kom., yang hadir secara langsung memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif UHN Sugriwa. Menurutnya, program ini sangat selaras dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Bangli dalam membantu masyarakat melaksanakan upacara keagamaan secara gotong royong.
"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kegiatan ini karena benar-benar menyentuh masyarakat, memberikan motivasi, sekaligus membantu anak-anak kita melaksanakan kewajiban agama dan adat," ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bangli siap memperkuat sinergi dengan UHN Sugriwa dalam penyelenggaraan kegiatan serupa. Setelah sukses melaksanakan program Ngaben Massal, Pemkab Bangli menilai Matatah Massal juga perlu terus disosialisasikan agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat.
Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa, Prof. I Gusti Ngurah Sudiana, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Matatah Massal Gratis merupakan bentuk nyata kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat.
Menurutnya, tradisi metatah bukan sekadar prosesi adat, tetapi memiliki makna spiritual yang sangat mendalam sebagai simbol pengendalian Sad Ripu, yaitu enam musuh dalam diri manusia berupa kama (nafsu), loba (keserakahan), krodha (kemarahan), mada (kemabukan), moha (kebingungan), dan matsarya (iri hati).
"Matatah merupakan bagian penting dari Manusa Yadnya sekaligus kewajiban orang tua kepada anak ketika memasuki fase kedewasaan. Melalui kegiatan ini, UHN Sugriwa ingin hadir membantu masyarakat sekaligus memberikan pelayanan nyata kepada umat Hindu," ungkapnya.
Mantan Ketua PHDI Provinsi Bali tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bangli yang siap bersinergi dalam berbagai program Panca Yadnya, khususnya Manusa Yadnya.
"Ini merupakan kegiatan perdana. Ke depan kami akan memperluas sosialisasi sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat program Matatah Massal Gratis ini," tambahnya.
Ketua Panitia, Dr. I Wayan Sujana, M.Ag., didampingi Sekretaris I Nyoman Kiriana, S.Ag., M.A., menjelaskan bahwa peserta berasal dari berbagai wilayah di Bali maupun luar Bali dengan latar belakang yang beragam.
"Kami bersyukur kegiatan ini dapat membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Bahkan terdapat peserta yang sudah tidak memiliki kedua orang tua," jelasnya.
Salah seorang peserta, Dewa Ayu Gemita Dewi (24), mahasiswa Program Magister Dharma Acarya UHN Sugriwa asal Klungkung, mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti Matatah Massal Gratis tersebut bersama saudara-saudaranya.
"Saya sangat senang karena bisa mengikuti matatah secara gratis di kampus UHN Sugriwa. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dengan kuota peserta yang lebih banyak sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu," ujarnya.
Ungkapan serupa disampaikan Efendi Angger Pradana (19) asal Denpasar yang mengaku program ini sangat berarti baginya.
"Saya sangat senang. Kegiatan ini sangat membantu saya karena sudah tidak memiliki orang tua," katanya.
Rangkaian upacara diawali dengan prosesi Madengen-dengenan, Ngraja Singa (Ngraja Sewala), dan Ngekeb yang dipuput oleh Jro Mangku I Gusti Ngurah Pertu Agung. Selanjutnya para peserta melaksanakan prosesi sungkem kepada orang tua sebagai bentuk penghormatan dan permohonan restu sebelum memasuki prosesi utama metatah.
Sebanyak enam sangging dilibatkan dalam pelaksanaan Matatah Massal ini. Prosesi simbolis diawali oleh Wakil Bupati Bangli bersama Rektor UHN Sugriwa, sementara rangkaian upacara ditutup dengan Majaya-jaya yang dipuput oleh Ida Pedanda Nyoman Temuku Manuaba.
Melalui penyelenggaraan Matatah Massal Gratis ini, UHN I Gusti Bagus Sugriwa tidak hanya menjalankan fungsi akademik, tetapi juga memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menjaga kelestarian tradisi Hindu, serta memperkuat nilai-nilai budaya Bali melalui implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.