Yogyakarta (Bimas Hindu) — Seleksi Utsawa Dharma Gita (UDG) Tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026 resmi digelar di Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Minggu (28/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi tahapan awal dalam menjaring peserta terbaik yang akan mewakili DIY pada Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional 2027 sekaligus memperkuat pembinaan generasi Hindu melalui pelestarian sastra suci dan nilai-nilai keagamaan.
Seleksi yang memperebutkan Piala Gubernur DIY itu dihadiri Gubernur DIY yang diwakili Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda DIY Faishol Muslim, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY yang diwakili Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Didik Widya Putra, Irwasda Polda DIY, Kepala Bagian Bina Mental Spiritual Kesra DIY, Ketua Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) DIY, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) DIY, Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) DIY, dewan juri, peserta, serta sejumlah mitra pendukung.
Ketua LPDG DIY, Lutfiana Wayan Senen, mengatakan seleksi tahun ini mempertandingkan sembilan cabang lomba, yakni Menghafal Sloka, Membaca Sloka, Membaca Palawakya, Membaca Kakawin, Dharma Wacana Bahasa Indonesia, Dharma Wacana Bahasa Inggris, Dharma Wiwada, Nyanyian Keagamaan Hindu, dan Dharma Cerita (story telling). Seluruh cabang diikuti peserta dari kategori anak-anak, remaja, hingga dewasa.
Membacakan sambutan Kepala Kanwil Kementerian Agama DIY, Didik Widya Putra mengapresiasi LPDG DIY yang dinilai mampu menjaga keberlangsungan pembinaan Dharma Gita melalui kolaborasi berbagai pihak, meski di tengah keterbatasan anggaran.
"Kami mengapresiasi LPDG DIY yang mampu membangun sinergi dengan berbagai pihak sehingga seleksi ini tetap terselenggara dengan baik. Keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang ketika semangat gotong royong dan pengabdian tetap dijaga demi kemajuan umat Hindu," ujarnya.
Didik menegaskan, Utsawa Dharma Gita bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari proses pembinaan untuk melahirkan generasi Hindu yang memiliki kecakapan, karakter, dan pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai Dharma.
"Seleksi ini merupakan langkah awal untuk menyiapkan kontingen terbaik DIY menuju Utsawa Dharma Gita Nasional 2027. Kami berharap lahir peserta yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Hindu," katanya.
Sementara itu, Gubernur DIY melalui sambutan yang dibacakan Kepala Biro Kesra Setda DIY, Faishol Muslim, menilai Utsawa Dharma Gita memiliki peran strategis dalam membangun karakter sekaligus memperkuat identitas budaya dan spiritual masyarakat.
"Utsawa Dharma Gita bukan sekadar kompetisi. Kegiatan ini merupakan ruang pembelajaran untuk membentuk karakter, memperkuat identitas budaya, serta menumbuhkan semangat saling menghormati dalam kehidupan yang majemuk," ujar Faishol.
Pembukaan seleksi ditandai dengan penyerahan Piala Tetap Gubernur DIY yang akan diperebutkan para peserta dari berbagai kategori lomba. Dari ajang ini, Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan lahirnya duta-duta Dharma Gita yang mampu berprestasi di tingkat nasional sekaligus menjadi generasi yang menjaga warisan sastra suci, memperkuat karakter, dan merawat harmoni di tengah keberagaman.
#Bimas Hindu #Pembimas Hindu DIY