Bangun Zona Integritas, Ditjen Bimas Hindu Mulai Pembentukan Tim dan Strategi Inovasi Pelayanan Publik

Bangun Zona Integritas, Ditjen Bimas Hindu Mulai Pembentukan Tim dan Strategi Inovasi Pelayanan Publik

Jakarta (Bimas Hindu) - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama memulai langkah strategis dalam pembangunan Zona Integritas (ZI) melalui rapat perdana pembentukan Tim Zona Integritas yang dilaksanakan di Ruang Rapat Ditjen Bimas Hindu Lantai 14, Jakarta pusat, Rabu (22/4/2026).

Rapat ini dihadiri oleh Tim Zona Integritas Ditjen Bimas Hindu yang akan berperan dalam mengawal pembangunan ZI menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Sekretaris Ditjen Bimas Hindu, Ida Made Pidada Manuaba, menegaskan bahwa pembentukan tim ini merupakan langkah awal yang krusial dalam membangun sistem kerja yang berintegritas, transparan, dan akuntabel. Ia menyampaikan bahwa meskipun Surat Keputusan (SK) tim masih dalam proses, pembagian tugas telah mulai dilakukan sebagai bentuk percepatan kinerja.

“Ini merupakan rapat perdana pembentukan tim. Walaupun secara administratif SK belum ditetapkan, tugas-tugas sudah kami distribusikan dan diintegrasikan ke dalam SKP masing-masing calon anggota tim sebagai bentuk komitmen awal,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pada tahap awal, pembangunan Zona Integritas masih difokuskan pada pemenuhan dokumen sebagai fondasi utama. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan ZI tidak hanya diukur dari kelengkapan administrasi, melainkan juga dari kemampuan menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Pembangunan Zona Integritas tidak cukup hanya pada pemenuhan dokumen. Kita harus melangkah lebih jauh dengan menghadirkan inovasi pelayanan yang efektif, efisien, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) dan budaya kerja (culture set) aparatur sipil negara (ASN) sebagai kunci utama keberhasilan pembangunan ZI. Menurutnya, ASN harus meninggalkan pola kerja yang reaktif dan beralih menjadi proaktif, solutif, serta berorientasi pada hasil dan pelayanan.

“Zona Integritas ini akan membentuk budaya kerja baru. ASN tidak lagi bekerja karena perintah semata, tetapi memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap tugas serta hasil kerja yang berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam konteks pembangunan Zona Integritas, pimpinan juga diharapkan menjadi teladan (role model) dalam menanamkan nilai-nilai integritas, disiplin, dan profesionalisme. Komitmen pimpinan dinilai menjadi faktor penentu dalam mendorong konsistensi pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan kerja.

Selain itu, keterlibatan seluruh ASN menjadi hal yang tidak dapat ditawar. Pembangunan ZI bukanlah kerja individual, melainkan kerja kolektif berbasis sistem yang berkelanjutan, sehingga tidak bergantung pada figur tertentu.

Sebagai bagian dari strategi pembangunan ZI, Ditjen Bimas Hindu juga akan mendorong penguatan inovasi pelayanan publik. Inovasi tidak selalu berbasis teknologi, tetapi dapat berupa penyederhanaan proses layanan, percepatan waktu pelayanan, serta peningkatan aksesibilitas dan transparansi informasi.

Optimalisasi layanan digital yang telah berjalan akan terus dikembangkan sebagai bentuk efisiensi anggaran sekaligus percepatan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan prinsip reformasi birokrasi yang menekankan pelayanan publik yang cepat, akurat, mudah, dan berkualitas.

Di sisi lain, penguatan manajemen media dan kehumasan juga menjadi bagian penting dalam pembangunan Zona Integritas. Publikasi terhadap capaian, inovasi, dan praktik baik diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus menjadi sarana evaluasi berkelanjutan.

“Keberhasilan pembangunan Zona Integritas harus dikomunikasikan dengan baik kepada publik. Ini bukan hanya soal pencapaian internal, tetapi juga bagaimana masyarakat merasakan dan menilai kualitas layanan yang kita berikan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan Zona Integritas juga diarahkan untuk menciptakan pelayanan yang berkeadilan, transparan, dan tepat sasaran, termasuk dalam penyaluran program dan bantuan kepada masyarakat. Evaluasi berbasis umpan balik (feedback) dari masyarakat akan menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan efektif.

Pembentukan Tim Zona Integritas ini menjadi titik awal dalam rangka mencapai target pencanangan ZI pada tahun 2027, dengan tahun 2026 difokuskan sebagai tahap penguatan fondasi, pemenuhan indikator, serta pengembangan inovasi layanan.

“Dengan komitmen bersama, penguatan sistem kerja, serta inovasi yang berkelanjutan, kami optimistis pembangunan Zona Integritas di Ditjen Bimas Hindu dapat terwujud secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kepada umat,” pungkasnya.

 

#bimashindu #zonaintegritas


Berita Pusat LAINNYA