"Rakernas XIV KMHDI : Momentum Konsolidasi Nasional Perkuat Persatuan Indonesia"

Direktur Pendidikan Hindu menghadiri Rakernas XIV KMHDI

Bogor (Bimas Hindu) – Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, Kabupaten Bogor, menjadi saksi berkumpulnya ratusan kader intelektual muda Hindu dari seluruh penjuru tanah air. Mereka hadir dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIV Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) pada Kamis (16/7).

Kegiatan yang mengusung tema besar “Persatuan Indonesia” Rakernas XIV menjadi momentum konsolidasi nasional untuk merumuskan arah kebijakan dan program kerja kepengurusan periode 2026–2028.

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Ditjen Bimas Hindu) Kementerian Agama ikut turut serta menyaksikan dan sekaligus memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIV Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI).

Dalam sudut pandang Ditjen Bimas Hindu, tema “Persatuan Indonesia” yang diangkat oleh PP KMHDI periode 2026–2028 sangat relevan dengan arah kebijakan penguatan moderasi beragama dan perawat kerukunan bangsa yang tengah digalakkan oleh Kementerian Agama.

Ditjen Bimas Hindu yang di wakili oleh Direktur Pendidikan Hindu, Prof. I Ketut Sudarsana, menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen generasi muda Hindu dalam mengawal keutuhan NKRI. Ditjen Bimas Hindu menilai KMHDI sebagai mitra strategis pemerintah yang memiliki peran krusial dalam mencetak SDM unggul yang adaptif namun tetap memegang teguh nilai keagamaan dan kebangsaan.

"Kami mengapresiasi langkah cepat PP KMHDI yang langsung merumuskan program kerja strategis melalui Rakernas ini. Visi 'Transformasi KMHDI untuk Indonesia' sejalan dengan semangat Ditjen Bimas Hindu dalam mendorong transformasi layanan dan mentalitas umat menuju Indonesia Emas," ungkap Prof. Sudarsana.

Sebelumnya, Ketua Umum PP KMHDI, Wayan Ardi Adnyana, dalam sambutan pembukaannya menegaskan bahwa mahasiswa Hindu harus mampu menjadi solusi di tengah dinamika ekonomi dan sosial.

“Di tengah dinamika ekonomi, sosial, dan kebangsaan, Indonesia membutuhkan generasi muda yang mampu menjadi perekat, bukan pemecah; menjadi solusi, bukan sekadar pengamat,” ujar Ardi. Ia juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir dan budaya kerja organisasi agar lebih berkontribusi nyata bagi masyarakat luas dan umat Hindu.

Menanggapi hal tersebut, Ditjen Bimas Hindu berharap hasil-hasil keputusan Rakernas XIV KMHDI dapat diimplementasikan secara konkret di lapangan, khususnya dalam memperkuat kaderisasi kepemimpinan umat Hindu yang inklusif, kritis, dan berintegritas.

Melalui forum Rakernas ini, Ditjen Bimas Hindu berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi, mendengarkan aspirasi dari arus bawah mahasiswa, serta mendukung penuh program-program kepemudaan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas keagamaan dan kesejahteraan sosial bermasyarakat.


Berita Pusat LAINNYA