Bela Negara sebagai Jalan Meneguhkan Nilai dan Identitas Bangsa Indonesia

Bela Negara sebagai Jalan Meneguhkan Nilai dan Identitas Bangsa Indonesia

Jakarta (Bimas Hindu) - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama menerima audiensi Pusat Bela Negara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dalam rangka sosialisasi program bela negara serta penguatan sinergi pembinaan karakter generasi muda, Selasa (31/04/2026).

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija, didampingi Sekretaris Ditjen Bimas Hindu Ida Made Pidada Manuaba. Sementara dari Kementerian Pertahanan hadir Kepala Pusat Bela Negara Brigjen Luhut Marpaung bersama jajaran, di antaranya Kolonel M. Ufis, Kolonel Ruddi, Kolonel Amir, serta Ida Bagus Made Sugita.

Dalam sambutannya, Sekretaris Ditjen Bimas Hindu Dr. Ida Made Pidada Manuaba menyampaikan bahwa program bela negara menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat pengabdian di lingkungan Bimas Hindu. Ia menyebutkan, sebanyak 12 orang telah dipersiapkan untuk mengikuti pelatihan bela negara dalam dua gelombang.

“Program ini memberikan insight dan semangat baru bagi kami. Ini menjadi bagian dari pengabdian, tidak hanya untuk umat Hindu, tetapi juga bagi bangsa secara luas,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ketahanan bangsa yang utuh, tidak hanya dari aspek fisik, tetapi juga spiritual.

“Negara tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik, tetapi juga fondasi spiritual yang kokoh. Ketika keduanya berjalan seimbang, di situlah lahir ketahanan bangsa yang sesungguhnya,” kata Duija.

Ia juga menekankan bahwa program bela negara harus menyasar generasi muda, khususnya mahasiswa di perguruan tinggi Hindu, sebagai calon pemimpin masa depan.

“Mahasiswa hari ini adalah pemimpin masa depan. Karena itu, mereka perlu dibekali tidak hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai kebangsaan dan spiritualitas yang kuat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prof. I Nengah Duija menyebut bahwa kolaborasi antara Kementerian Agama dan Kementerian Pertahanan merupakan langkah strategis dalam memperkuat karakter bangsa.

“Bela negara bukan semata urusan militer, tetapi juga bagaimana kita membangun kesadaran, nilai, dan tanggung jawab sebagai anak bangsa,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Pusat Bela Negara Brigjen Luhut Marpaung menekankan bahwa tantangan global saat ini menuntut penguatan karakter generasi muda secara serius dan berkelanjutan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Program bela negara harus disinergikan dengan kementerian dan lembaga lain. Pendidikan karakter menjadi kunci untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia juga membuka peluang kerja sama konkret dengan Ditjen Bimas Hindu, mulai dari kegiatan sosialisasi di perguruan tinggi, pembinaan di lingkungan kerja, hingga penguatan nilai kebangsaan di masyarakat.

Audiensi ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara Kementerian Agama dan Kementerian Pertahanan dalam membangun generasi yang unggul, berkarakter, dan memiliki semangat bela negara yang kuat.

Langkah bersama ini menjadi awal penguatan bela negara melalui program nyata yang berakar pada nilai spiritual, karakter, dan kebangsaan, yang diharapkan mampu membentuk generasi yang tangguh, berintegritas, serta memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa di tengah dinamika tantangan global.


Berita Pusat LAINNYA