Cinere (Bimas Hindu) – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama, melaksanakan persembahyangan Piodalan ke-41 Pura Amerta Jati Cinere, Kota Depok, Sabtu (27/6/2026). Selain mengikuti persembahyangan bersama umat, ia juga menyampaikan dharma wacana yang mengajak umat Hindu tetap teguh menjalankan ajaran Dharma di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Piodalan yang ke-41 tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kesinambungan tradisi keagamaan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah umat. Perayaan ini juga menjadi kesempatan bagi umat untuk memperdalam makna Dharma sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pengempon pura yang telah mempersiapkan rangkaian pujawali dengan penuh dedikasi. Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan menjadi cerminan kuatnya komitmen umat dalam menjaga keberlangsungan kehidupan beragama.
"Saya mengapresiasi seluruh panitia dan pengempon pura yang telah bekerja dengan tulus sehingga Piodalan ke-41 ini dapat berlangsung dengan baik. Kebersamaan seperti inilah yang perlu terus dipelihara sebagai kekuatan umat Hindu," ujarnya.
Dalam dharma wacananya, Prof I Nengah Duija mengingatkan bahwa setiap orang akan menghadapi ujian kehidupan dengan bentuk yang berbeda-beda. Karena itu, umat diminta tidak mudah menyerah dan tetap menjadikan Dharma sebagai pedoman dalam mengambil setiap langkah kehidupan.
"Ujian hidup memiliki banyak bentuk dan datang kepada setiap orang. Yang terpenting bukan seberapa berat ujian itu, melainkan bagaimana kita tetap fokus pada tujuan Dharma dan tidak kehilangan arah dalam menjalani kehidupan," katanya.
Untuk memperkuat pesan tersebut, I Nengah Duija mengangkat kisah pengasingan Pandawa dalam epos Mahabharata. Menurutnya, masa pengasingan bukan hanya menggambarkan penderitaan, tetapi juga menunjukkan keteguhan, kesabaran, dan kesetiaan Pandawa dalam memegang nilai-nilai Dharma hingga akhirnya memperoleh kemenangan.
"Pandawa tidak memperoleh kemenangan secara instan. Mereka melewati berbagai cobaan tanpa meninggalkan Dharma. Keteladanan itu mengajarkan bahwa kesetiaan pada ajaran kebenaran akan membawa seseorang melewati setiap ujian kehidupan," tuturnya.
Ia menambahkan, ajaran Dharma tidak cukup dipahami sebagai pengetahuan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari melalui kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan umat yang kuat sekaligus memperkokoh persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
Piodalan ke-41 Pura Amerta Jati tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga ruang refleksi bagi umat Hindu untuk memperkuat sradha, meneguhkan komitmen menjalankan Dharma, serta mengambil inspirasi dari nilai-nilai luhur yang diwariskan dalam ajaran Hindu untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
#Bimas Hindu #Ditjen Bimas Hindu #Zona Integritas