Bekasi (Humas Hindu) – Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong mewarnai Pujawali ke-61 Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi, Minggu (14/9/2025). Dalam rangkaian upacara ini, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama turut berpartisipasi dengan menggelar kegiatan ngelawar bersama sebagai wujud persatuan dan keharmonisan umat.
Hadir dalam kegiatan ini Dirjen Bimas Hindu Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si., Sekretaris Ditjen Bimas Hindu, Direktur Pendidikan Hindu, Direktur Urusan Agama Hindu, pegawai Ditjen Bimas Hindu, serta umat Hindu seputaran Pura Agung Tirta Bhuana.

Ditjen Bimas Hindu juga menyerahkan punia berupa seekor babi seberat 50 kilogram yang kemudian diolah bersama umat dalam kegiatan ngelawar.
Ngelawar merupakan tradisi khas umat Hindu Bali yang dilakukan dengan cara mengolah daging babi menjadi berbagai jenis lawar (hidangan tradisional khas Bali). Kegiatan ini biasanya dilakukan menjelang upacara keagamaan sebagai bentuk gotong royong, kebersamaan, dan persembahan tulus ikhlas kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Lebih dari sekadar memasak, ngelawar menjadi simbol kebersamaan di mana umat Hindu berkumpul, bergotong royong, dan saling mempererat persaudaraan.

Dirjen Bimas Hindu, Prof. Nengah Duija, menegaskan makna penting tradisi ini. “Melalui ngelawar, kita belajar kebersamaan, ketulusan, dan kesederhanaan. Inilah wujud persatuan yang harus kita jaga agar tradisi Hindu terus hidup dan menjadi pengikat umat dalam harmoni,” ungkapnya.
Seluruh peserta terlibat aktif dalam proses ngelawar, mulai dari mempersiapkan bahan, memasak, hingga membagi hidangan sebagai persembahan dalam yadnya. Nuansa penuh kekeluargaan tampak jelas dalam interaksi antarumat yang saling bekerja sama.
Tradisi ngelawar dalam rangkaian Pujawali ini menjadi penguat bahwa yadnya bukan hanya tentang ritual persembahyangan, tetapi juga praktik kebersamaan. Melalui kebersamaan inilah umat Hindu di Bekasi menunjukkan komitmen menjaga persatuan dan nilai luhur dharma.
